Kategori
News

Andi Mallarangeng Dapat Ijin Cuti Jelang Bebas Bersyarat

 

Busur News Com, Jakarta – Kasubag Publikasi Hukum Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Syarpani menggelar jumpa pers di Lapas Cipinang Jakarta Timur Minggu (23/4/2017) terkait berakhirnya masa tahanan mantan Menpora Andi Mallarangeng.

Seusai mengikuti acara perayaan Paskah bersama Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly yang bertepatan dengan rangkaian hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-53 tahun 2017 ini , yang sebelumnya , pada hari Kamis (20/4/2017) kemaren, telah diadakan Khataman kitab suci Al Quran oleh 50.000 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang pembaca Al-Quran dari seluruh Lapas , Rutan, Cabrutan dan LPKA se-Indonesia yang juga selain telah mendapatkan Rekor MURI tentu jug mendapatkan Rekor Dunia.

Menurut Syarpani selaku Kasubbag Publikasi Hukum Ditjen Pemasyarakatan perlu  kami sampaikan kepada publik bahwa benar mantan Menpora Andi Mallarangeng memperoleh cuti menjelang bebas, bahwa Andi Mallarangeng telah menjalani 3 tahun 6 bulan, beliau mendapat remisi dasawarsa sehingga sisa 3 tahun 9 bulan yang 63 bulan terakhir itu mendapat cuti menjelang bebas jadi perlu saya sampaikan di dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 95 tentang Pemasyarakatan itu pasal 14 ada hak Narapidana di dalamnya ada remisi pembebasan bersyarat salah satunya cuti menjelang bebas.

 

“Bahwa perlu diketaui jalan bebas ini bisa diperoleh oleh narapidana setelah memenuhi persyaratan bukan hanya bicara sosok Andi Mallarangeng saja yang kebetulan menjadi sorotan publik tapi secara keseluruhan dihari yang sama ada 215.600 orang narapidana di Lapas seluruh Indonesia yang menjalan bebas bersyarat dengan persyaratannya sangat ketat harus berkelakuan baik dan diusulkan oleh keluarga itupun setelah mendapat persetujuan dari Kemenkumham.” terangnya.

Selanjutnya Syarpani menjelaskan ada dua pidana yang diakomodir cuti menjelang bebas yang pertama tindak pidana umum maksimal 6 bulan seperti pencurian, perampokan dan pembunuhan untuk tidak tindak pidana khusus itu maksimal tiga bulan remisi terakhir seperti kasus narkotika, korupsi, illegal logging dan lain sebagainya. Jadi betul ketika orang sudah mendapat cuti CMD ini atau cuti menjelang bebas ini keluar pintu dia dialihkan menjadi klien Pemasyarakatan dibimbing oleh Balai Pemasyarakatan jadi setelah keluar pintu tiga bulan itu tidak ada lagi pengawasan dari Lapas dialihkan ke Balai Pemasyarakatan Wajib Lapor

“Cuti menjelang bebas bersyarat ini dapat dibatalkan apabila yang bersangkutan pertama pindah alamat tidak diketahui Balai Pemasyarakatan, kedua tidak melapor secara berturut-turut 3 kali dan ketiga dengan sengaja untuk menghilangkan jejak serta keempat diduga akan melakukan tindak pidana kembali.” jelasnya.

Lebih lanjut Syarpani mengatakan apakah narapidana menjalani cuti bebas bersyarat itu bisa ke luar negeri ? jawabannya tentu saja bisa tapi harus ijin Menteri Hukum dan HAM. Bahwa ada dua alasan cuti menjelang bebas bisa keluar negeri yang pertama adalah dalam rangka kegiatan rohani yang bersangkutan melaksanakan Ibadah umroh diijinkan dan untuk alasan kesehatan berobat ke luar negeri.

“Maka dalam kesempatan ini kami ingin meluruskan bahwa hak-hak narapidana ini jangan hanya disorot ketika public figure Andi Mallarangeng saja yang mendapatkan sebetulnya ribuan orang narapidana juga memperoleh hak ini sekarang kita Sangat terbuka sudah sistem bebas bersyarat online,” pungkasnya. (bambang s: ).