Alquran mengabadikan doa ulama dari kalangan Yahudi dan Nasrani

 

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com,JAKARTA —

Alquran mengabadikan doa ulama dari kalangan Yahudi dan Nasrani.

Surat Al-Maidah ayat 83 mengabadikan doa ulama terdahulu dari kalangan Yahudi dan Nasrani.
Doa tersebut baik diamalkan agar mendapat syafaat dari baginda Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat.

Demikian doa versi Arab dan latin serta terjemahannya dari Tafsiriyah QS Al-Maidah: 83

رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Rabbana amanna faktubna ma’as syahidin.

“Wahai Tuhan kami, kami beriman kepada Muhammad. Karena itu catatlah kami dalam golongan orang-orang yang memberi kesaksian atas kebenaran Muhammad.”

Saudaraku, bukti dari kenabian Muhammad sebenarnya sangat mudah untuk dikenali bahkan sebatas dengan mempelajari kalamullah, al-Quran.
Telah banyak orang orang yang menyatakan keislamannya dari mendengarkan petikan Alquran.
Hal serupa pun terjadi pada ulama di kalangan Yahudi dan Nasrani manakala mereka mau memperhatikan wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad.

Allah menerangkan, bila hal ini terjadi maka mereka akan tertunduk seraya mencucurkan air mata, mereka mengikrarkan syahadat dan berdoa kepada Allah agar digolongkan sebagai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulullah

(*

Setiap jiwa yang bernyawa pasti akan mengalami kematian.
Namun yang belum sipastikan adalah di mana tempat setelah kematiannya itu di neraka apa di surga.

Atas ketidakpastian itu para Ulul Albab (pemikir cerdas) memanjatkan doa agar diampuni dosa dan kesalahan serta ditempatkan bersama golongan orang baik.
Doa ini diabadikan dalam surah Ali-Imrah ayat 193.

رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

Rabbana faghfirlana dzunubana wakaffir ‘anna sayyiatina watawaffana ma’al abrar.

Berdasarkan tarjamah tafsiriyah QS Ali Imran ayat 193 yang artinya.

“Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, maafkanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami sebagai golongan orang-orang shalih.”

Saudaraku, para pemikir cerdas (ulul albab) setelah memenuhi panggilan keimanan maka mereka berdoa kepada Allah untuk diberikan ampunan terhadap kesalahan yang mereka perbuat.

 

@drr