Allah Turunkan Hujan Buat Kehidupan Di Dunia

 

Opini Publik

 

Oleh: Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

 

Busur News Com,Jakarta- Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkannya-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai.

*Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal*.
(QS.Az-Zumar,39:21).
Hujan merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT bagi semua makhluk di alam semesta.
Tetesan air yang turun dari langit menjadi sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup.
Berkat kekuasaan Sang Khalik, setiap saat miliaran liter air berpindah dari lautan menuju atmosfer lalu kembali lagi menuju daratan.
Kehidupan pun bergantung pada daur air ini, menjelasan kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan hujan.
”*Andai manusia mencoba mengatur daur di alam semesta, maka tak akan pernah berhasil, walaupun mengerahkan semua teknologi yang ada di bumi*,”.
Tanpa harus menggunakan biaya dan teknologi, makhluk hidup di bumi bisa menikmati air melalui proses penguapan.
setiap tahunnya 45 miliar liter kubik air menguap dari lautan.
Air yang menguap tersebut dibawa angin melintasi daratan dalam bentuk awan.
Setiap tahun 3-4 miliar liter air dibawa dari lautan menuju daran untuk dapat dinikmati dan dimanfaatkan manusia.

Untuk itulah Alquran mengajak manusia untuk mensyukuri hujan sebagai karunia yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya.
Dalam Alquran surat
Al Waaqi’ah ayat 68-70
”Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum.

*Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkanannya*?

*Kalau Kami kehendaki, nisaya Kami jadikan dia asin, maka mengapa kamu tidak bersyukur*.
– — Alquran dalam surat Az-Zukhruf ayat 11
mendefinisikan hujan sebagai air yang dikirimkan ”menurut kadar.”

Dalam ayat itu Allah berfirman,
”Dan Yang menurunkan air langit menurut kadar (yang diperlukan).”

firman Allah SWT itu sangat sesuai dengan hasil kajian ilmu pengetahuan modern.
Betapa tidak.
Hujan turun ke bumi dengan takaran yang tepat.
Takaran pertama yang berhubungan dengan hujan tentulah kecepatan turunnya.
benda yang berat dan ukurannya sama dengan air hujan, bila dijatuhkan dari ketinggian 1.200 meter, akan mengalami perceoatan terus menerus dan akan jatu ke bumi dengan kecepatan 558 km/jam.
”Akan tetapi rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam,”.

*air hujan jatuh kebumi dengan kecepatan yang rendah, karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang mampu meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepatan yang lebih rendah*.
”Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tak memiliki sifat gesekan, maka bumi akan menghadapi kehancuran setiap hujan turun.”

ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter.
Efek yang ditimbulkan satu test air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat satu kilogram yang jatuh dari ketinggian 15 cm.
”Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10 ribu meter.
Pada kasus ini, satu tetes air yang jatuh akan memiliki efek yang sama dengan benda seberat satu kilogram yang jatuh dari ketinggian 110 cm, dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi”.
Jumlah itu, sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik.
”Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505×1.012 ton.
Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan takaran.”
Dalam surat An-Nahl ayat 10-11
Allah SWT berfirman,
”Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu mengembalakan ternakmu.
Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda
(kekuasaan Allah)
bagi kaum yang memikirkan.”

 

(Riena).