Allah  SWT memberikan contoh doa ampunan dan rahmat untuk hamba-Nya

 

 

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com , JAKARTA — Allah  SWT memberikan contoh doa ampunan dan rahmat untuk hamba-Nya

Doa menjadi senjata orang-orang yang beriman dan sebaik-baiknya doa adalah minta rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT.
Contoh doa yang baik dari orang beriman di abadikan dalam surat Al Mukminun ayat 109.

رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ “

Rabbana amanna faghfirlana warhamna wa anta khairur-rahimin.”

“Wahai Tuhan kami, kami telah beriman. Karena itu ampunilah dosa kami. Berilah rahmat kepada kami. Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat.”
Saudaraku, orang beriman selalu menjadikan doa sebagai media komunikasi yang intens dengan Rabb-nya.
Saat berdoa, maka mereka akan menghadirkan hati dan segenap rasa dalam dada. Karena doa yang penuh harap dan rasa tunduk akan mudah dikabulkan Allah SWT.
As Sa’di dalam Taisirul Karimir Rahman menjelaskan bahwa doa ini sangat komplit.
Memasukkan antara unsur pengakuan keimanan yang menjadi landasan amal saleh dengan permohonan ampunan dan kasih-sayang (rahmat).
As Sa’di juga menjelaskan bahwa orang beriman menggunakan sifat rububiyah sebagai sarana tawasul, mengakui keluasan rahmat Allah SWT dan kebaikannya yang bersifat umum.
Ini menunjukkan ketundukan, kekhusyukan mereka saat berdoa. Doa ini juga menghadirkan rasa penuh harap akan kenikmatan dan diimbangi juga dengan rasa takut akan azab.

(*

Nabi Ibrahim menjadi contoh para nabi dalam berdakwah menegakan tauhid bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Selain menjadi teladan dalam berdakwah, cara atau adab Nabi Ibrahim berdoa juga menjadi telada seluruh umat.

Bagaimana adab Nabi Ibrahim dalam berdoa diabadikan dalam surah Ibrahim ayat 41.

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Rabbanaghfirli waliwalidayya walil mukminina yauma yaqumul hisab.

Tarjamah Tafsiriyah QS Ibrahim ayat 41 itu adalah:

“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku serta orang-orang mukmin pada hari perhitungan amal di akhirat.”

Salah satu di antara adab berdoa setelah mengucapkan tahmid dan shalawat adalah mendahulukan dengan istighfar untuk diri sendiri kemudian kepada kedua orang tua dan juga orang-orang beriman secara luas.

Begitupun dengan Nabi Ibrahim yang mendoakan ampunan untuk kedua orang tuanya.

Namun setelah Nabi Ibrahim mengetahui bahwa bapaknya ternyata tidak beriman kepada Allah maka beliau pun bersikap bara’ atau berlepas diri.
Nabi sudah mengajak ayahnya masuk Islam.

Allah berfirman:

“Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”
(lihat QS at-Taubah 114)

Adapun ibunya disebutkan oleh ath-Thanthawi dalam Tafsir al-Wasith bahwa beliau adalah seorang mukminah yang telah wafat sebelum Nabi Ibrahim diangkat menjadi seorang Nabi.

@garsantara