Kategori
News

Aliran Uang Dari Mantan Ketum PAN Kepada Mantan Ket MPR Semakin Membuka Mata Publik Terkait peran uang dari kultur politik

 

Oleh:DHedi Rochaedi Razak

Busur News Com , Jakarta- Aliran uang dari mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir kepada mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais semakin membuka mata publik terkait peran uang dalam kultur politik.

*Hal itu lumrah terjadi di tubuh semua partai politik*.

“*Apa yang terjadi pada Amien itu sebetulnya fenomena lama, Semua parpol pasti ada pola-pola seperti itu, soalnya kultur politik kita masih bertumpu pada uang*,”.

Soetrisno menjadi Ketua Umum PAN pada 2005 menggantikan Amien.
Menurut dugaan, ketika menjabat sebagai orang nomor satu di PAN, Soetrisno menjalankan politik uang kepada tokoh-tokoh berpengaruh dan pemilik suara.
Tujuannya, guna memuluskan periodisasi jabatannya.

“Ini akhirnya seperti lingkaran setan. Uang yang sudah dikeluarkan, pasti akan dicari cara supaya balik modal,”.

Pada Jumat (2/6) kemarin, Amien mengaku menerima aliran dana secara berkala dari Soetrisno sebesar Rp600 juta. –

Dalam persidangan kasus pengadaan alat kesehatan dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, jaksa menyebut uang ini mengalir dari yayasan, yakni Soetrisno Bachir Foundation (SBF).

Uang itu mengalir setelah PT Mitra Medidua mendapat pembayaran dari PT Indofarma.
PT Indofarma dalam dakwaan jaksa disebut ditunjuk Siti untuk menjadi penyedia barang dan jasa dalam kasus korupsi pengadaan alkes.

Sebagai tokoh reformasi, kita menyayangkan
‘keteledoran’
Amien yang menerima dana tanpa mengetahui asal-usulnya.

Apalagi, ini bukan kali pertama Amien disebut-sebut menerima aliran dana dalam satu kasus.

Pada 2007, Amien mengakui pernah menerima dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan dari Menteri Perikanan dan Kelautan, Rokhmin Dahuri, sebesar Rp200 juta.

“Apalagi, Amien sudah sering disebut-sebut dalam sejumlah kasus.
Seharusnya, hal itu membuat ia lebih berhati-hati menerima uang dari siapapun, termasuk atas nama perkawananan.
Apalagi jika dana tersebut diberikan secara rutin,”. –

Meski aliran dana ini masih dugaan dalam dakwaan jaksa, menyarankan Amien untuk mengembalikan dana tersebut.
Terlebih, jika ia mengetahui asal-usul duit itu.

*Pasalnya, jika SBF terbukti melakukan pencucian uang, Amien bisa terkena getahnya, Ia bisa dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang sebagai pelaku pasif*,”.

Adapun juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya masih menunggu pertimbangan dari hakim yang dituangkan dalam putusan Siti Fadilah.

*Putusan itu akan menjadi bahan bagi penyidik KPK untuk mengembangkan kasus .

(Rn)