Aliansi Wartawan Medan Utara Bersatu Menyerukan 5 Tuntutan Pada Kasus Pembunuhan Jurnalis di Simalungun

Busurnews.com, MEDAN BELAWAN – Puluhan wartawan yang mewakili beberapa Elemen Wartawan Medan Utara menggelar aksi solidaritas kasus pembunuhan wartawan media online, Marsal Harahap alias Marsal yang ditemukan meninggal didalam mobilnya sekitar 300 Meter dari kediamannya di Huta 7,Pasar 3 Nagori,Karang Anyer,Kab.Simalungun,Sumatera Utara.Aksi digelar di depan PT.Pelindo I tepatnya di Jln.Pelabuhan Raya ll Belawan,Kel.Belawan ll,Kec.Medan Belawan,Rabu (23/06/2021) sekira pukul 10.00 Wib s/d selesai.

Redaksi mendapat Informasi dari wartawan Kabar 24 Wilmar yang berada di lokasi membenarkan dalam aksi Unjukrasa tersebut. “Massa yang tergabung dari beberapa Elemen Wartawan yang ada di Medan Utara ini melakukan aksi solidaritas mengecam tindakan kekerasan terhadap para jurnalis.

Kami mendesak aparat kepolisian menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus ini. “Meminta aparat penegak hukum menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus ini,” ujar Wilmar Napitupulu pimpinan Orasi kepada Wartawan.

Kasus kekerasan terhadap jurnalis, Kata Wilmar tak hanya kali ini terjadi, bahkan sering terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Padahal, lanjutnya, jurnalis dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya dilindungi undang-undang.

“Kami akan terus mengawal dan mendukung penegak hukum untuk mengusut kasus ini sampai pelaku ditangkap dan dihukum,” pungkasnya.

Pantauan Wartawan di lokasi,Aksi damai yang digelar tersebut, menyampaikan sejumlah tuntutan berupa.

1. Mengutuk keras terhadap aksi kekerasan penembakan yang dialami Marasalim Harahap, dimana aksi kekerasan yang menghilangkan nyawa itu merupakan tindakan yang tidak berprikemanusiaan dan melawan hukum.

2. Mendesak Polisi Republik Indonesia khususnya Polda Sumatera Utara untuk segera mengusu tuntas kasus tersebut dan membawa pelaku serta yang terlibat ke meja hijau, hukum haru ditegakkan tanpa terkecuali.

3. Meminta Kapolda Sumatera Utara bersikap teransparan dalam perkara pembunuhan rekan ka Marasalim Harahap, agar tidak terjadi simpang siur informasi.

4. Mendukung pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku tindak kekerasan terhadap rek kami Marasalim Harahap.

5. Meminta pihak Kepolisian Sumatera Utara khususnya Polres Pelabuhan Belawan meningkatkan rasa nyaman dan aman terhadap wartawan Medan Utara dalam menjalankan tugasnya wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Setelah menyampaikan aksi tersebut, puluhan wartawan lalu membubarkan diri dengan tertib. Aksi tersebut berjalan dengan aman dan tetap mengikuti protokol kesehatan, sesuai dengan himbauan pemerintah. RED/VENUS NEWS