Aktor Bayang-Bayang Harus Diantisipasi Sejak Dini Dalam Pemilihan Kepala Daerah

 

Opini Publik

 

Oleh: Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

 

Munculnya’aktor bayang-bayang’ inilah yang harus diantisipasi sejak dini dalam proses pemilihan kepala daerah saat ini.

Busur News Com,Jakarta- Dalam konteks munculnya ‘aktor bayang-bayang’ ini, bahwa pada akhirnya yang secara riil menjadi elite politik nantinya bukan orang-orang yang menduduki jabatan formal, melainkan orang-orang yang berpengaruh terhadap proses-proses pembuatan keputusan.

Antisipasi sejak dini akan munculnya ‘aktor bayang-bayang’ menjadi penting guna mencegah terjadinya apa yang disebut dengan shadow state (negara bayangan).

Kondisi shadow state akan hadir, tumbuh, dan berkembang ketika terjadi pelapukan fungsi pemerintahan formal. –

Penyebab utama terjadinya pelapukan fungsi itu ialah aparatur penyelenggara pemerintah formal mengalami ketidakberdayaan dalam menghadapi kekuatan-kekuatan di luar struktur dan akhirnya dikendalikan otoritas informal.

Otoritas informal yang paling dominan ialah investasi politik dan ekonomi yang diberikan aktor-aktor yang berperan dalam terpilihnya pejabat formal.

Karena itu, satu hal yang harus ditegaskan bahwa pilkada hanyalah titik awal.
Selebihnya, seorang kepala daerah harus mampu menjadikan makna desentralisasi politik dalam semua pilihan kebijakan publik di daerahnya.

Konklusi itu penting untuk menunjukkan bahwa pemerintahan daerah yang dihasilkan pilkada selain harus mampu menghasilkan pemerintahan yang demokratis, juga yang paling utama ialah menciptakan pemerataan ekonomi dan membawa warganya keluar dari impitan kemiskinan.

 

(Riena)