Àktivis Muda Maluku Ancam Presiden RI

 

Oleh: Sandri Rumanama

BusurNews.Com,Jakarta – Terobosan menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) adalah kehendak semua masyarakat maluku karena LIN memiliki nilai strategis bukan hanya bagi pembangunan daerah, regional maupun nasional, tetapi juga secara langsung sudah menempatkan Maluku sebagai Poros Maritim yang penting bagi Indonesia. Ungkap Aktivis Muda (GmnI) Asal Maluku serta Sek. Bidang ESDM & Kemaritiman LH DPP PEMUDA LIRA)..

Dirinya memberi ulasan bahawa Maluku memiliki potensi produksi ikan tangkap sebesar 1,63 juta ton per tahun, tetapi
yang sudah dimanfaatkan baru 21% atau sekitar  341,966 ton. Angka tersebut tidak termasuk potensi produksi budidaya ikan. Kekayaan laut di Maluku masih perlu dikelola dengan lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Maluku merupakan salah satu provinsi dengan bentuk kepulauan di wilayah Indonesia bagian Timur dan terdiri dari beberapa gugusan pulau.

Provinsi Maluku memiliki luas wilayah total sebesar 712.479,65 km2 dan 92,4% dari luas tersebut merupakan wilayah perairan laut (658.294,69 km2). Kondisi geografis inilah yang menjadi salah satu alasan kuat untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan lumbung ikan nasional di Maluku, agar dapat segera mendongkrak peningkatan ekonomi daerah maupun ekonomi nasional.

Untuk mewujudkan Kepulauan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional berarti menjadikan Maluku sebagai produsen perikanan terbesar di Indonesia, yang mampu mensuplai kebutuhan konsumsi masyarakat dan industri nasional dan menjadi eksportir utama komoditas perikanan di Indonesia.

Mewujudkan Maluku sebagai LIN telah dilakukan penandatanganan MoU antara Pemprov Maluku dengan Pemerintah Pusat pada tanggal 24 Agustus 2014 yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara pejabat Eselon I Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Gubernur Maluku untuk Pengelolaan Maluku sebagai LIN pada tanggal 15 Januari 2015 lalu, dan saat ini Pemprov Maluku sementara mengusulkan agar Maluku sebagai LIN ditetapkan dengan Peraturan Presiden.

Maluku memang layak dijadikan sebagai LIN, dan untuk mewujudkannya maka beberapa hal penting yang mesti diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku.

pertama, seluruh infrastruktus perikanan sudah mesti disiapkan secara baik. Kedua, perlu memiliki rencara strategis pengembangan kawasan LIN yang disusun secara terarah dan terpadu dan sinergi dengan rencana program jangka menengah maupun panjang. hal ini sudah pasti di siapkan oleh pemerintah provinsi maluku sejak dari dulu dengan gagasan konsep besar yakni Gugus kendali Pulau (GKP), sebagai bentuk dan niat baik menyambut maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional, namun sampai saat ini niat baik pemerintah provinsi maluku dan serta masyarakat maluku belum di responi dengan baik oleh pemerintah pusat. Jelasnya

Ketiga, optimalisasi pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan secara lestari, peningkatakan nilai tambah produk hasil perikanan dan peningkatan pendapatan pembudidaya, nelayan dan pengolah hasil perikanan, serta pengembangan dukungan
sarana dan prasarana kelautan dan perikanan. pada point ini masyarakat maluku secara konfrehensif siap dan bersedia selalu, karena budidiya lestari serta pengelolaan ikan untuk mendapatkan nilai ekonomis adalah bagian dari budaya yang sudah mengakar pada masyarakat maluku dari tete nenek moyang kami. ungkapnya

Keempat, Pelabuhan perikanan Nusantara (PPN) yang dimiliki di Kota Ambon maupun beberapa wilayah di Maluku harus diperluas, jika perlu dinaikan statusnya menjadi wilayah samudera sehingga kapal-kapal besar bisa menyinggahi wilayah Kota Ambon dan sekitarnya. Alasan ini hanya terkendala pada status & prasrana karena wilayah kota Ambon secara Geografis layak dijadikan sepenuhnya menjadi pelabuhan karena kota ambon yang berbentuk teluk ini. Tuturnya sembari menjelaskan

Kelima, pelabuhan-pelabuhan perikanan di Maluku harus ditata secara baik, para nelayan pada wilayah-wilayah pesisir harus di berdayakan dan bila perlu diberikan pelatihan untuk bagaimana cara  mengolah hasil-hasil perikanan yang baik yang menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi bagi pengembangan kesejahteraan masyarakat. Alasan ini adalah alasan taktis, dan mudah bagi saya untuk di wujudkan. perlu di ketahui sebagai anaknyang terlahir dari keluarga nelayan saya tau persis bagai mana potensi personality yang di miliki oleh para nelayan di maluku, yang lahir secara alamiah dan hidup berdampingan dengan laut & ikan tak perlu di ajar sedemikian rupa hanya sedikit di poles maka potensi yang ada pada diri para nelayan di maluku akan semakin baik secara manajeril. ungkapnya

Jokowi jangan bohongi kami, saat ingatkan dan tegaskan jangan bohongi kami. kasian masyarakat kami berharap dan terus bersabar & berharap tapi apa anda sedang ingin melihat kemarahan masyarakat maluku, dirinya menjalaskan dengan nada suara bergetar

Ia menambahkan ini pemerintah pusat sengaja kali bermain main dengan masyarakat maluku, kasian pemerintah daerah kami sudah berusaha dengan segiat & sekuatnya sampai berbagai fasilitas sarana dan prasarana sudah di bangun, contohnya cold storage, tambak ikan. keramba garapu & lain lainnya, akhirnya semua fasilitas ini tidak dimanfaatkan lagi dengan baik bahkan terbengkalai sepertinya yang ada di Desa Tiow, Kab. Maluku Tengah. semua itu akibat dari pemerintah pusat yang terus mwnerus mempermainkan kami masyarakat maluku. dirinya memberi ancaman dan peringatan kepada pemerintah pusat serta menjelaskan kenapa dirinya marah. bukan hanya itu teman teman deni ini LIN dengan APBD seadanya Pemerintah daerah berusaha terus menambah daya listrik di maluku sehingga saya rasa dari sisi energi Listrik yang ada untuk Provinsi Maluku sudah siap menunjang maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional. Papar Sandri Rumanama Saat berbincang bersama awak media di mall Kota Kasablanka

“Olehnya itu saya berharap agar bantuan bantuan yang diberikan kepada Dinas Perikanan Kota Ambon serta Kab. kota lain di maluku dapat di peruntukan dengan baik dan bebar bukan saja di berikan kepada kerabat terdekat tidak kepada semua nelayan yang profesional”. Pinta Sandri Rumanama

Provinsi Maluku memiliki banyak akademisi lulusan Unpatti bahkan direncanakan tahun 2016 akan membuka program studi S-3 untuk perikanan. sebagai bentuk responsif dan kesadaran lahiria dari sisi akademis bahwasan-nya masyarakat maluku siap menyambut Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN). Paparnya.

Maka dari itu tidak ada alasan lain dari pemerintah pusat khususnya Menteri perikanan dan pak prasiden, mau tidaka mau sesegera mungkin membuat peraturan prasiden dan menetapkan maluki sebagai Lumbung Ikan Nasional. Desaknya

Saya pastikan jika tidak ada niatan baik pemerintah pusat untuk membanagun maluku berarti Jokowi sudah memberi sinyalmen perang dengan kami masyarakat maluku, ingat jokowi pada saat pilpres kamulah pemenang di maluku kalah itu, hati hati pak jokowi bermain dengan api.

Dirinya kemudian mengajak masyarakat maluku dengan satu semboyan khas perang masyarakat maluku.Se agai bentuk perlawanan terhadap ketiadak pedulian penerintah pusat terhadap provinsi maluku “Kain Berang Su Dikapala
Salawaku Su Ditangan Kapitan Maju La Katong Perang
Orang Maluku Pung Harga Diri Jadi Taruhan. Mati Lebe Bae Dar Pada Hidop Katong Tarus Dihina”
SAVE MALUKU

(Rn)