ADA TIGA HAL YANG SULIT DICAPAI oleh Anies- Sandi UNTUK BISA MENYAMAI KINERJA AHOK,

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta ‘ ADA TIGA HAL YANG SULIT DICAPAI oleh Anies- Sandi
UNTUK BISA MENYAMAI KINERJA AHOK, yaitu:

PERTAMA, Efektifitas APBD.

KEDUA, tingginya partisipasi publik di luar APBD.
Tingginya PAD.

KETIGA hal ini belum ada kepala daerah yang bisa melebihi Ahok dari segi kinerja.

Bahkan Jokowi pun masih dibawah Ahok.
Ini bukan kata saya tapi pengakuan dari Srimulyani sebagai ahli ekonomi berkelas dunia dan kini jadi menteri keuangan.

Jadi saya tidak dalam konteks memuji Ahok secara berlebihan tapi bicara fakta yang ada.
Baiklah saya bahas satu persatu dari tiga hal tersebut.

 

EFEKTIFITAS APBD
Walau tingkat serapan APBD rendah namun berdasarkan kinerja diatas kemampuan Pemda DKI sebelumnya yang tingkat serapannya rata rata 100%.

Mengapa Ahok bisa mencapai Efektifitas APBD begitu tinggi?

Karena memang SOP penyusunan APBD sebelumnya penuh rekayasa sebagai produk politik dan ajang bancakan elite politik DPRD.

Ahok bisa menghadapi ini dengan menahan anggaran menjadi SILPA.
Artinya lebih baik jadi sisa anggaran daripada habis di bancakin.

Dampaknya luar biasa.
Ahok menciptakan musuh banyak di DPRD.
Seakan tiada hari tanpa bertengkar antara Ahok dan DPRD.
Dan hasilnya Ahok mampu mereformasi APBD lebih rasional dan berorientasi kepada hal yang dapat dirasakan oleh rakyat.

 

PARTISIPASI PUBLIK
Mengajak pengusaha untuk terlibat langsung membiayai pembangunan daerah di luar pajak itu engga gampang.

Apalagi itu tidak menghasilkan laba.
Tapi harus juga tahu bahwa semua pengusaha inginkan daerah dibangun yang bisa berdampak langsung terhadap pengembangan potensi daerah sebagai objek wisata maupun kebersihan lingkungan.

Nah mengapa Ahok berhasil menggalang DANA NON BUDGETER itu lebih besar dibandingkan daerah lain?

Karena skema yang diajukan oleh Ahok itu sangat fair dan transfaran.

Sangking hebatnya Bappenas menempatkan DKI terbaik sebagai provinsi dengan Perencanaan Inovatif.

Sehingga pengusaha yakin bahwa uang yang dia keluarkan akan semua digunakan untuk proyek tanpa ada kebocoran.

Contoh
jembatan lingkar Semanggi dan
pembangunan rusun dan lainnya.

 

TINGGINYA PAD
Ahok berani menetapkan PAD tinggi pada APBD agar DPRD terdorong menciptakan aturan yang bisa mendongkrak PAD dan pada waktu bersamaan Ahok melakukan otomatisasi pembayaran pajak secara online sehingga angka kebocoran sangat rendah.

Kemudian Ahok memburu para pengembang yang berhutang Fasum.

Caranya memang tidak populer yaitu menahan izin baru sebelum ada komitment dan keseriusan dari Developer membayar hutang fasum.

Tapi karana Ahok konsisten ( bahkan walau ditekan partai dia tidak peduli ), banyak pengembang mau melunasi ( engga punya pilihan ) hutang fasum yang mencapai hampir Rp 100 triliun.

 

Sebetulnya Anies Sandi tidak sulit meniru cara kerja Ahok, bahkan lebih hebat dari Ahok , tapi apakah mereka berani berhadapan dengan partai dan bila perlu siap dipecat partai seperti Ahok?

Karena cara kerja Ahok memang tidak populer bagi elite partai yang terbiasa dapat saweran dari orangnya di pemerintahan.

Atau setidaknya beranikah mereka konsisten dibawah tekanan partai.

Belum lagi berhadapan dengan ormas yang mendukungnya jadi gubernur yang tentu akan dimanfaatkan rakyat sebagai tempat berlindung bila pembangunan harus menggusur.

Yang jelas,
Kemenangan tipis terhadap Ahok memang bukan korsi yang empuk apalagi kelak kinerja melorot dibandingkan Ahok.
Rakyat jakarta mudah menilai dan melihat fakta dilapangan.

 

Bagaimanapun kinerja mereka bisa MENENGGELAMKAN atau bisa juga MENAIKAN nama Gerindra dan PKS di jakarta dalam pemilu 2019.

 

*Semua tergantung mereka dan para pemilih yang tiada henti memberikan dukungan moral agar mereka memberikan prestasi terbaik untuk warga Jakarta*.

(Rn)