Ada dua kalimat yang menjadi sumber kemerosotan akhlak dan kekacauan dalam kehidupan sosial umat manusia. Saat membandingkan antara peradaban modern dan ketetapan Alquran

,

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com , JAKARTA —

Ada dua kalimat yang menjadi sumber kemerosotan akhlak dan kekacauan dalam kehidupan sosial umat manusia.
Saat membandingkan antara peradaban modern dan ketetapan Alquran.

Bahwa dua kalimat yang menjadi penyakit sosial tersebut adalah “Yang penting aku kenyang, tidak peduli yang lain mati kelaparan” dan “Anda bekerja, saya makan.”

Yang membuat kedua kalimat tersebut tetap eksis dan tumbuh subur adalah tersebarnya riba dan tidak ditunaikannya zakat.
Adapun solusi satu-satunya dan obat yang ampuh untuk kedua penyakit sosial tersebut adalah penerapan kewajiban membayar zakat kepada masyarakat secara umum dan pengharaman riba.
Jika zakat tidak ditunaikan, maka akan terjadi kezaliman dari kalangan kaya terhadap kalangan miskin.
Sebagai akibatnya, akan timbul kedengkian dan pembangkangan dari kalangan miskin terhadap kalangan kaya.
Akhirnya, kedua kalangan tersebut senantiasa berada dalam konflik permanen.
Keduanya terus berada dalam perselisihan yang sengit sehingga secara bertahap mengarah pada benturan nyata dan konfrontasi di seputar pekerjaan dan kapital, seperti yang terjadi di Rusia.

(*

Allah SWT dan penghuni langit mencintai hamba yang sayangi makhluk-Nya

Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk saling menyayangi satu sama lain, terlebih jika dia adalah sesama umat Muslim.
Dalam riwabat Abdullah bin Amr RA, Rasulullah SAW pernah bersabda tentang pentingnya saling menyayangi:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Orang orang yang penyayang itu akan dikasihi oleh Yang Mahapenyayang Yang Mahasuci lagi Mahatinggi, maka sayangilah makhluk yang ada di bumi niscaya kalian akan disayangi oleh makhluk yang ada di langit.”

Syekh Nawawi Al Bantani dalam kitabnya “Nashaihul Ibad” menerangkan arti dari orang-orang yang menyayangi segenap makhluk di bumi, baik keturunan Adam (manusia) maupun hewan yang dilindungi, yaitu dengan memperlakukan mereka dengan baik detik maka yang Mahapenyayang yaitu Allah SWT akan menyayangi mereka.
Sayangilah semua makhluk Allah semampu kalian, walaupun terhadap makhluk yang tidak berakal sekalipun dengan cara mengasihi dan mendoakan agar mereka memperoleh limpahan rahmat dan ampunan Allah SWT.
Dengan cara itu, kalian akan mendapatkan kasih sayang dari para malaikat dan dari Allah SWT yang limpahan rahmatnya merata ke penduduk langit yang mana jumlahnya lebih banyak daripada penduduk bumi.
Syekh Nawawi mengatakan seseorang tidak bisa mendoakan kepada segenap kaum Muslimin agar semua dosa mereka diampuni atau mendoakan seseorang yang fakir agar memperoleh 100 dinar, padahal yang berdoa tidak memiliki sarana untuk memperolehnya, karena meskipun itu menunjukkan kasih sayang terhadap sesama, tetapi hal itu bertentangan dengan hukum syariat.
Perkataan Nabi Muhammad SAW dalam kalimat akan dikasih yang memiliki dua penafsiran.
Yang pertama ialah bentuk penegasan karena kalimat tersebut adalah respon dari perintah, dan yang kedua ialah bentuk pengangkatan, karena kalimat tersebut adalah kalimat doa.
Ini lebih disepakati mengingat doa Nabi Muhammad SAW tidak tertolak pasti diterima Allah SWT.

@garsantara