Kategori
Artikel

Abdullah bin al-Mubarak adalah ulama hadist terkemuka dan seorang zuhud yang disegani

 

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA –  Abdullah bin Al-Mubarak atau Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak adalah ulama hadist terkemuka dan seorang zuhud yang disegani.
Ia lahir pada tahun 118 H/736 M dari ayahnya seorang Turki dan ibunya seorang Persia.
Namun siapa sangka, kesalehan dan ketokohan Abdullah bin Al-Mubarak ini juga dilatarbelakangi dengan pertaubatannya karena tergila-gila kepada seorang gadis.
Kekaguman terhadap gadis tersebut membuat dirinya gundah dan hanya bisa memikirkan perempuan tersebut.
Suatu malam, sebelum pertaubatannya, saat musim dingin ia berdiri di bawah jendela kamar perempuan yang dikasihinya sampai pagi hari.
Perbuatan itu dilakukannya hanya karena ingin melihat kekasihnya itu walau untuk sekilas saja.
Salju turun sepanjang malam, ketika azan subuh terdengar, ia masih mengira bahwa itu adalah adzan untuk shalat ‘Isya.
Sewaktu fajar menyingsing, barulah ia sadar betapa ia sedemikian terlena dalam merindukan kekasihnya itu.
“Wahai putera Mubarak yang tak tahu malu!.

Di malam yang indah seperti ini engkau dapat tegak
terpaku sampai pagi hari karena hasrat pribadimu. tetapi apabila seorang imam shalat membaca surah yang panjang engkau menjadi sangat gelisah,” katanya kepada dirinya sendiri.

Sejak saat itu hatinya sangat gundah.
Kemudian ia bertaubat dan menyibukkan diri dengan beribadah kepada Allah SWT.
Setelah bertaubat itu Abdullah bin Mubarak meninggalkan Kota Merv untuk beberapa lama menetap di Baghdad.
Di kota inilah ia bergaul dengan tokoh-tokoh sufi.
Abdullah lalu menjelma sebagai seorang ahli hadits yang terkemuka dan seorang zahid termasyhur.
Abdullah bin Mubarak telah belajar di bawah bimbingan beberapa orang guru, baik yang berada di Merv maupun di tempat-tempat lainnya, dan ia sangat ahli di dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, antara lain di dalam gramatika dan kesusastraan.
Abdullah juga merupakan seorang saudagar kaya yang banyak memberi bantuan kepada orang-orang miskin.
Ia meninggal dunia di Kota Hit yang terletak di tepi Sungai Euphrat pada tahun 181 H/797 M.
Banyak karya-karyanya mengenai hadits.

 

@garsantara