5.000 mahasiswa se SUMSEL melakukan DEKLARASI MENOLAK RADIKALISME DAN PAHAM KHILAFAH MASUK KAMPUS.

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta – Sebanyak 5.000 mahasiswa se-Sumatra Selatan (SUMSEL) melakukan
DEKLARASI MENOLAK RADIKALISME
DAN
PAHAM KHILAFAH MASUK KAMPUS.

 

Mereka yang datang pada acara Apel Akbar Pancasila dan Bela Negara se-Sumsel di Lapangan Hijau UIN Raden Fatah, Palembang, kemarin, merupakan perwakilan dari 23 kampus untuk menjadi agen Pancasila dan bela negara.

 

“Tadi kita ikut menyaksikan bagaimana ikrar mereka yang tetap setia pada Undang-Undang Dasar 1945, setia kepada NKRI, setia kepada Bhinneka Tunggal Ika yang juga ada ikrar bela negara untuk bagaimana mereka sudah siap untuk setia membela negara dengan ideologi Pancasilanya,”
kata Menko Polhukam Wiranto, yang menghadiri acara deklarasi tersebut.

 

Sebelumnya,
Ketua Dewan Mahasiswa UIN Raden Fatah yang mewakili para mahasiswa yang berasal dari 23 perguruan tinggi se-Sumsel itu menyatakan dalam ikrarnya untuk menolak radikalisme dan paham khilafah untuk masuk ke kampus-kampus mereka.

 

Sebagai bukti kesungguhan para mahasiswa,
Yang diwakilkan lima BEM dari kampus se-Sumsel, mereka menandatangani prasasti ikrar Pancasila dan bela negara yang antara lain menegaskan komitmen menolak radikalisme dan paham khilafah masuk ke kampus.

 

Pada kesempatan tersebut,
Wiranto turut menandatangani prasasti sebagai wujud dukungan dan apresiasi kepada komitmen para mahasiswa.

 

Wiranto mengatakan pernyataan-pernyataan yang sangat heroik dari para mahasiswa tersebut menunjukkan kesan anak muda sekarang sudah mulai luntur soal pemahaman Pancasila dan bela negara itu tidak benar.

Sebaliknya,
Para anak muda tersebut sangat bersemangat, sangat berdisiplin, berdiri dari pagi sampai siang mendengarkan berbagai masukan tentang Pancasila dan bela negara hingga bergeming.

 

“Bahkan, saya minta mereka duduk, itu karena saya merasa kita punya satu semangat yang sama dan merupakan satu semangat yang tentu dijiwai anjuran Presiden Jokowi untuk kita mulai melaksanakan revolusi mental secara sungguh-sungguh,”
kata Wiranto.

PICU PERTIKAIAN

Masih banyak PERS yang justru menimbulkan pertikaian dalam masyarakat.
Kondisi ini disebabkan banyak media yang digunakan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

Dalam kegiatan Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat yang diselengarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme.

Kebiasaan berapa media mainstream yang menjadikan informasi di media sosial yang belum jelas sebagai bahan berita.

KEBIASAAN MEDIA TERSEBUT,
BUKAN MEMBERIKAN PENCERAHAN KEPADA MASYARAKAT,

MELAINKAN MALAH MEMBOHONGI MEREKA.

(Rn)