Kategori
Artikel

JAKARTA— :

Terdapat beberapa amalan yang dapat dilakukan agar dapat memperoleh bidadari di surga. Seorang mukmin bisa mendapatkan minimal dua bidadari surga, tapi juga bisa meraih hingga 72 bidadari.
Dikutip dari buletin Darush Sholihin karya Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal, dahulu ada kekhususan bagi syuhada (yang mati syahid di medan perang) akan mendapatkan 72 bidadari. Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib Al-Kindi RA, Rasulullah SAW bersabda:

للشَّهيدِ عِندَ اللَّهِ ستُّ خصالٍ : يُغفَرُ لَه في أوَّلِ دَفعةٍ ويَرى مقعدَه منَ الجنَّةِ ويُجارُ مِن عذابِ القبرِ ويأمنُ منَ الفَزعِ الأكبرِ ويُوضعُ علَى رأسِه تاجُ الوقارِ الياقوتةُ مِنها خيرٌ منَ الدُّنيا وما فِيها ويزوَّجُ اثنتَينِ وسبعينَ زَوجةً منَ الحورِ العينِ ، ويُشفَّعُ في سبعينَ مِن أقاربِه

“Bagi orang yang mati syahid di sisi Allah enam keutamaan: (1) ia diampuni tatkala pertama kali darahnya muncrat; (2) ia melihat tempat duduknya di surga; (3) ia diselamatkan dari siksa kubur;
(4) ia diamankan tatkala hari kebangkitan; (4) kepalanya diberi mahkota kewibawaan, satu berlian yang menempel di mahkota itu lebih baik dari pada dunia seisinya; (5) ia dinikahkan dengan 72 gadis dengan matanya yang gemulai; (6) ia diberi hak memberi syafaat 70 orang dari kerabatnya.”
(HR Ahmad, 4: 131; Tirmidzi, no 1663; Ibnu Majah, no 2799 Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Di samping itu, bagi seorang Muslim yang mampu menahan amarah juga bisa mendapatkan keistimewaan dengan memperoleh bidadari surga. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW:

من كظمَ غيظًا ، وهو قادرٌ علَى أنْ يُنْفِذَه دعاه اللهُ عزَّ وجلَّ علَى رؤوسِ الخلائقِ يومَ القيامةِ حتى يُخَيِّرَهُ اللهُ منَ الحورِ ما شاءَ
“Barangsiapa yang menahan marah padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah SWT akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia hingga (kemudian) Allah SWT membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainya.” (HR Abu Daud).
Perihal bidadari surga juga banyak disebutkan dalam ayat-ayat Alquran, salah satunya, yakni melalui surat ad-Dukhan, Allah SWT berfirman:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِينَ كَذَٰلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ ”

Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air, mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (duduk) berhadapan, demikianlah, kemudian Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah.”
(QS ad-Dukhan: 51-54).
Selanjutnya, Allah SWT berfirman:

فِيهِنَّ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآنٌّ ”

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.”
(QS ar-Rahman: 56).

كَأَنَّهُنَّ ٱلْيَاقُوتُ وَٱلْمَرْجَانُ ”

Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.”
(QS ar-Rahman: 58).

 

@drr