Kategori
opini publik

Persetujuan Angket Untuk Mendesak KPK Yang Ditandatangani Fahri Hamzah Terlalu Cepat

 

Oleh : Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

 

Busur News Com,Jakarta -Rapat paripurna DPR dengan agenda pembacaan usulan angket untuk mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka rekaman BAP Miryam S Haryani dari Komisi III ricuh.

Sebab, persetujuan angket yang ditandatangani Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah selaku pimpinan rapat dianggap terlalu cepat dan tak mendengar interupsi atau lobi fraksi lain

 

Kejadian ini berawal setelah anggota Komisi III Fraksi NasDem Taufiqulhadi menyampaikan paparan materi angket KPK.
Setelah Taufiq memberikan penjelasan, hujan interupsi dari sejumlah fraksi berlangsung.

Fraksi Partai, PKB, Demokrat dan PDIP menyatakan penolakan atas angket KPK yang diusulkan Komisi III.

Fahri menanyakan persetujuan angket KPK kepada anggota DPR yang hadir.

“Apakah usul penggunaan hak angket terhadap pelaksanaan tugas dan kewenangan KPK yang diatur UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK dapat disetujui,”
kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/4).

Terdengar suara dari sebagian anggota yang menyampaikan persetujuan.
Sontak, Fahri langsung mengetuk palu sidang tanda angket KPK disetujui sebagai usulan DPR.
Keputusan itu membuat sejumlah fraksi geram.
Sebab, keputusan dilakukan secara sepihak.

“Baik kita kira sudah simpulkan penggunaan hak angket terima kasih telah disetujuinya penggunaan hak angket,”
ujar Fahri.

Kejadian ini membuat ruang rapat paripurna menjadi gaduh.

Teriakan
“interupsi pimpinan sidang”
menggema dalam ruangan.

Agenda dilanjutkan dengan pembacaan pidato penutupan masa sidang oleh Ketua DPR Setya Novanto.

 

(Riena)