Komunitas Rumpun Melayu Duri Menggelar Aksi Damai Ke-15 Perusahaan Wajib Penempatan Tenega Kerja Lokal

Busurnews.com, Duri,Riau – Ratusan Warga yang tergabung dalam komunitas Masyarakat rumpun Melayu Kota Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis – Riau, pada 23 July 2019 menggelar aksi damai demo menuntut sejumlah perusahaan yang bergerak Migas untuk menempatkan Tenaga Kerja Lokal, dan harus sesuai dengan Peraturan Daerah Tahun 2004 demi untuk mengurangi jumlah pengangguran di Kota Duri yang semakin membludak meningkat penganggurannya dari tahun ke tahun ini.

Sejumlah Masyarakat yang tergabung dalam Laskar Hulu Balang Melayu Riau Wilayah kota Duri, dan Rumpun Melayu Bersatu, Hulu Balang Riau Wilayah Mandau serta Laskar Melayu Bersatu II Duri, yang di pimpin oleh Datuk Sri Ali Zamril (Elcitra) Panglimo Arifin Efendi dan Panglimo Anuarsyah, menggelar aksi demo damai menuntut ke 15 Perusahaan yang bergerak di Minyak dan Gas (migas) untuk mewajibkan pihak Perusahaan menempatkan tenaga kerja lokal sesuai dengan PERDA Tahun 2004 demi mengurangi pengangguran di Kota Duri.

Ratusan anggota Masyarakat menggelar Aksi Demo Damai dengan titik kumpul di Gedung Balai Adat LAM-R Kecamatan Mandau, para pendemo yang mengangkat Tema, Lancang Kuning Negeri Bertuan, Tuah Sakti Hamba Negeri, Esa Hilang Dua Terbilang, Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang Dibumi.

Sejumlah Organisasi Perkumpulan yang mengatasnamakan Laskar dan Hulu Balang Melayu ini mengerahkan ratusan anggota nya, untuk turun ke sejumlah titik yang sudah di tentukan sesuai dengan arahan ketuanya masing-masing, dan setiap rombongan aksi demo pun tidak luput dari pengawalan dari pihak Kepolisian Sektor Mandau yang selalu siap siaga 24 jam dengan sejumlah personilnya.

Manager Corporate Communications PT. Chevron Pacific Indonesia. Sonitha Poernomo melalui Humas Okta Heri Fendi mengatakan, PT. CPI menghormati hak setiap warga negara dan kelompok masyarakat untuk mengekspresikan pendapat dan menyampaikan aspirasinya, selama dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

PT. CPI menghargai para mitra kerjanya sebagai kontraktor yang mandiri yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab menangani masalah pelaksanaan pekerjaan dan ketenagakerjaan mereka, dalam hal kontrak pengadaan barang dan/atau jasa di lingkungan PT. CPI, setiap mitra kerja wajib mematuhi peraturan perundang-perundangan yang berlaku, termasuk tentang pengutamaan tenaga kerja lokal sesuai peraturan yang berlaku.(mir)