DPP Pemuda LIRA Meminta Dirut PLN Baru Mampu Memberi Inspirasi,dan Berinovasi Sinergitas Kementerian BUMN

Jakarta (busurnews)
Presiden Joko Widodo sempat di ingatkan oleh Petinggi Persatuan Bangsa-Bangsa(PBB) dan International Monetary Fund (IMF) terkait Indonesia masih bergantung kepada tambang batubara dalam pengelolaan bahan baku energi,saat membuka acara Indonesia Mining Association (IMA) award Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Presiden jokowi mengaku di ingatkan oleh sekretaris PBB Antonio Guiteres saat ASEAN Summit di Bangkok,terkait penggunaan batu bara.Direktur IMF Kristalina Ivanova,juga menyampaikan hal yang sama terkait penggunaan batubara di Indonesia sebagai bahan baku tenaga listrik.

Karbondioksida,gas rumah kaca berperan dalam pemanasan globalmencapai rekor tertinggi kandungan nya di atmosfer bumi tahun 2018,data terbaru World Meteorological Organization (WMO).Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara,minyak,dan gas melepaskan gas rumah kaca seperti karbondioksida dan metana ke atmosfer dan lautan bumi.Jumlah berlebih gas rumah kaca menyebabkan temperatur bumi meningkat pada level yang tidak bisa dijelaskan dengan faktor alamiah.

Lembaga National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebutkan suhu dunia meningkat 2 per 3 Fahreinheit dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.tren buruk yang terus terjadi ini bisa berarti generasi muda masa depan akan menghadapi imbas berat perubahan iklim termasuk perubahan suhu,cuaca ekstrem,kenaikan level air laut,kerusakan ekosistem tanah dan perairan.

Menurut Cak Imin,Indonesia sebagai salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di sela acara Europeans People’s Party di Zagreb Kroasia rabu malam (20/11/2019).Indonesia berkomitmen menurunkan kadar emisi karbon sebesar 29% sampai 2030.
Menurut Rinno Hadinata S.sos Wasekjen DPP PEMUDA LIRA,Ketua IRSI Kota Bekasi (Ikatan Reporter Seluruh Indonesia),Kementrian ESDM, BUMN dan PT.PLN (Persero) harus sgera membentuk team kajian khusus terkait Energi Baru Terbarukan (EBT) demi mengurangi penggunaan batu bara,minyak dan gas dalam pengelolaan bahan baku tenaga listrik.Energi Baru Terbarukan (EBT) harus bisa mencapai target 23% sampai 2025,karena ini menjadi tugas penting dari DIRUT PLN yang baru nanti.Ungkap Rino (Bbg)