Jokowi Menjadikan Pancasila Sebagai prasyarat Utama Bagi Kemajuan Bangsa.

Oleh :, Dhedy Rochaedi Razak

Busurnews. Com, JAKARTA –: Sesuai dengan visi Indonesia Maju 2019-2024, Presiden Joko Widodo menjadikan Pancasila sebagai prasyarat utama bagi kemajuan bangsa.

Itulah mengapa sejak di periode pertama pemerintahan, beliau menghidupkan kembali program pembinaan IDEOLOGI PANCASILA.

Persoalannya, penguatan Pancasila memang belum maksimal, terutama di ranah pendidikan formal.

Tantangan ini perlu dijawab, mengingat lingkungan pendidikan kita justru menjadi sasaran utama radikalisme yang merongrong dasar negara.

Survei Alvara Research Center pada 2017 menunjukkan hal ini.

Sebanyak 18,6% pelajar kita lebih memilih Islam sebagai dasar negara daripada Pancasila.

Demikian pula di kalangan mahasiswa, terdapat 16,8% berpandangan senada.

Survei terbaru dari Setara Institute pada Februari-April 2019 juga menemukan kuatnya wacana khilafah dan intoleransi beragama di 10 perguruan tinggi negeri (PTN).

ARTINYA,

Bagi sebagian mahasiswa kita itu, Pancasila bukan lagi ideologi yang dicintai sebagaimana mereka mengimani agama.

Hal ini tidak mengagetkan sebab dunia kampus kita merupakan sasaran utama dari radikalisme.

Di masa Orde Baru, gerakan ini disebut sebagai gerakan tarbiah, yakni gerakan islamisme yang menggunakan dunia pendidikan sebagai pusat kaderisasi.

Sejak 1980,
Kampus kita telah menjadi medan perebutan antara dua gerakan transnasional, yakni:

Ikhwanul Muslimin dan

Hizbut Tahrir.

Jika Pendidikan Pancasila tidak diarahkan demi deradikalisasi, konteks ideologis dari dasar negara ini menjadi hilang.

Inilah yang selama ini terjadi” .(Rn)