BERHUBUNGAN BAIK DENGAN SESAMA DAN MENGAKHIRI PERMUSUHAN Ialah Perintah Penting Yang Harus Dipatuhi Segenap Umat Islam.

Oleh: Dhedfy Rochaedi Razak

Busurnews. Com, JAKARTA —

Tak ada seorang pun dari umat Islam yang dapat menyangkal bahwa BERHUBUNGAN BAIK DENGAN SESAMA DAN MENGAKHIRI PERMUSUHAN ialah perintah penting yang harus dipatuhi segenap umat Islam.

Di sejumlah lembaran Alquran pun dapat dengan mudah ditemukan betapa Islam menempatkan PERSAUDARAAN dan PERDAMAIAN sebagai salah satu pesan terpenting dari ajaran Islam.

Pesan yang sama juga diungkap seluruh teks suci agama-agama.

Apakah pertemuan tersebut bermakna perubahan arah angin dari semula berhadap-hadapan menjadi berangkulan, kita lihat di kemudian hari.

Namun, yang pasti bahwa pertemuan, silaturrahim, dan dialog ialah perkara baik yang perlu dikembangkan, mulai elite sampai bawah, terutama pascapilpres.

Sulit dibantah bahwa pemilu tak menanggalkan luka.

Pertarungan dua orang atau lebih untuk memperebutkan kekuasaan selalu berujung kalah dan menang.

Memang demikian hukumnya.

Tak mungkin keduanya menang, juga keduanya kalah.

Namun percayalah, Indonesia memiliki tradisi baik untuk mengobati luka, mempertemukan yang tercerai, mengulurkan tangan kepada yang tersungkur.

Tradisi Jawa memiliki pepatah

‘menang tanpa ngasorake’

Bahwa kemenangan yang diraih haruslah tanpa merendahkan orang lain.

Terlebih, langgam politik kita bukanlah zero-sum game, yakni yang menang mengambil semua dan yang kalah dihabisi semua.

Wajah politik kita mengikuti kaidah fikih,

ma la yudraku kulluh la yutraku kulluh

(apa yang tidak bisa diraih semuanya, jangan ditinggalkan semuanya).

Karena itulah, peta politik pra dan pascapemilu tak pernah ajek.

Di suatu waktu, ia bisa menjadi lawan, tapi di waktu lain ia menjadi kawan.

Maka dari itu, negosiasi, lobi, dan bahkan transaksi lumrah terjadi.

Pertanyaannya, bagaimana seruan tersebut dapat merembes ke bawah sehingga persatuan elite tersebut tidak sekadar menjadi simbol yang dipajang di lini masa media sosial, tetapi juga menjadi gerak laku rakyat Indonesia.

(Rn)