Teroris Saat Ini Semakin Kekinian. Mereka Menerima Doktrin Hingga Belajar Merakit Bom Bermodalkan Media Sosial

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA —

Teroris saat ini semakin kekinian. Mereka menerima doktrin hingga belajar merakit bom bermodalkan media sosial
(medsos).

“Itu jalur yang paling sering mereka gunakan sekarang.

Karena saat ini pengajian langsung atau pelatihan langsung itu susah diberikan,”

Fenomena ini terjadi pada EY, 27, pemimpin organisasi teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, Jawa Barat, yang dilumpuhkan di Bekasi, Rabu, 8 Mei 2019.

EY belajar merakit bom dari Twitter dan YouTube.

Ada kecendrungan jika materi diberikan secara langsung akan mudah terlacak.

Untuk itu, teroris kini lebih memilih dunia digital untuk belajar.

“Mereka lebih cepat menerima itu lewat internet,”.

Namun, polisi memastikan layanan atau situs dan akun terkait terorisme sudah dilumpuhkan.

Setelah diselidiki, EY diketahui memang terkenal mahir dalam teknologi.

“EY basisnya punya kemampuan elektronik dan mereparasi gawai.

Dia juga belajar dari media sosial,”
kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri
Brigjen Dedi Prasetyo.

Melalui medsos itu, EY melihat pembuatan bom yang sudah diledakan di Suriah, Irak, dan Sri Lanka.

Video itu kemudian memotivasi EY untuk membuat bom.

EY tak sendiri saat diringkus malam itu.

Dia ditangkap bersama YM, 18, di rumahnya di Bojong Rawa, Rawa Lumbu, Bekasi.

Densus 88 menyita sejumlah barang bukti seperti dua bom pipa yang sudah jadi dan disebut Mother of Satan.

Sebutan itu diberikan karena daya ledakan bom yang tinggi.

(Rm)