Surat Penyidikan Prabowo Subianto Ditarik

Oleh : Dhedi Rochaedi razak

busurnews.com, JAKARTA –:

Surat Penyidikan Prabowo Subianto Ditarik

–. Kabid Humas Polda Metro Jaya
Kombes Argo Yuwono

membenarkan adanya penarikan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dugaan makar yang disangkakan terhadap Prabowo Subianto.

Argo mengakui penerbitan SPDP terlalu dini.

SEBABNYA,
nama Prabowo hanya sempat disebut oleh tersangka dugaan makar
Eggi Sudjana, dan
Lieus Sungkharisma.

“Maka dianggap perlu dilakukan langkah penyelidikan terlebih dahulu dan belum perlu dilakukan penyidikan.

Karena perlu dilakukan cross check dengan alat bukti lain.

Oleh karena itu belum perlu sidik maka SPDP ditarik,”
terang Argo.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dilaporkan ke polisi.

Prabowo dilaporkan terkait kasus dugaan makar.

Laporan ini dibenarkan Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,
Sufmi Dasco Ahmad.

Sufmi mengaku Ketua Umum Partai Gerindra itu belum pernah diperiksa sebagai saksi.

Terkait laporan itu pihaknya bakal melakukan kajian.

–. Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan surat perintah penyidikan terkait kasus dugaan makar yang menyeret Prabowo, Jumat, 17 Mei 2019.

Dari surat yang diterima, Prabowo diduga melakukan makar bersama-sama dengan Eggi Sudjana pada Rabu, 17 April di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Prabowo DISANGKA MELAKUKAN TINDAK PIDANA KEJAHATAN TERHADAP KEAMANAN NEGARA/MAKAR dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap.

Dia dilaporkan melanggar Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP Jo. Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

(Rm)