Penghuni Surga Digolongkan Menjadi Dua kelompok.

Oleh : Dhedi Rochaedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA —

Penghuni surga digolongkan menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama ialah orang-orang yang bersyukur.

Kelompok kedua terdiri atas orang-orang yang bersabar.

Demikian ayat terakhir dari QS Al Imron.

“Wahai orang-orang mukmin, bersabarlah, lipat gandakan kesabaran, dan siap siagalah dan bertakwalah, pasti kamu sekalian akan menjadi orang-orang yang beruntung.”

“Ayat ini menunjukkan bahwa di antara kebahagiaan seseorang ada kesabaran dan bersyukur,”

Bahwa Rasulullah pernah menjelaskan dalam suatu hadis yang sahih bahwa urusan orang mukmin seluruhnya baik.

Apabila mendapatkan kenikmatan dan bersyukur, itu baik baginya.

Bila mendapatkan ujian dan bersabar, itu juga baik baginya.

Sifat-sifat itu tidak terdapat pada orang selain mukmin.

Oleh sebab itu, para nabi juga tidak luput mendapatkan ujian dari Allah SWT.

Ujian itu bisa berupa kebaikan atau keburukan.

Ketika diuji dengan kebaikan, para nabi bersyukur.

Apabila diuji dengan keburukan, mereka harus bersabar.

“Orang-orang yang sabar ini yang berbahagia dunia dan akhirat,”.

Dicontohkannya,
Nabi Sulaiman dengan segala kekayaan dan kekuasaannya meminta kepada Allah diberikan ilham untuk bersyukur.

“Wahai Allah,
Berilah ilham kepadaku untuk senantiasa bersyukur terhadap nikmat-nikmat yang Kau berikan padaku dan kedua orangtuaku.”

Begitu pula ketika Nabi Ayub diberikan ujian dengan penyakit kulit yang berat, beliau pun bersabar.

Hal serupa juga dialami Nabi Yusuf saat beliau dimasukkan ke penjara.

Padahal, ia orang yang baik.
Beliau tetap sabar.

Rasulullah juga mencontohkan hal serupa saat diberi ujian.

Saat Rasulullah SAW pergi untuk mengajak kaum Thaif beriman kepada Allah, beliau diusir dan dilempari batu.

Mereka beralasan hidupnya telah berkecukupan dengan menyembah berhala turun-temurun.

Ketika dilempari batu, beliau sabar karena kesabaran ini akan baik untuknya.

Ketika ia dilempari batu sampai berdarah-darah oleh kaum Thaif yang dahulu kafir, kemudian malaikat Jibril memberikan pertolongan dan berkata,

“Wahai Muhammad SAW, orang-orang ini kurang ajar, bagaimana jika digencet saja mereka dengan dua gunung karena berada di lembah yang subur?”

Lalu Rasulullah berkata,

“Jangan.

Didoakan agar mereka menjadi orang-orang yang baik.

Ya Allah,

Berikanlah petunjuk kaumku ini.

Mereka tidak mengetahui.”

“Atas kesabaran Rasulullah, saat ini tidak ada kaum Thaif yang tidak memeluk Islam,”.

Karena kesabaran dan doa Rasulullah, menjadikan orang Thaif muslim.

Contoh itu menjadi pengingat bagi muslim tentang pentingnya kesabaran.

Allah akan menguji manusia karena ujian mutlak.

Manusia bisa diuji dengan rasa takut, kekurangan harta, atau banyak hal.

–. Akan tetapi, dalam menghadapi semua itu, kita diwajibkan bersabar.

Allah akan memberikan kabar gembira kepada orang bersabar.

Bentuknya bermacam-macam, dengan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

“Orang-orang yang akan mendapatkannya ialah orang yang ketika ujian datang pada dirinya, ia berkata sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali pada Allah.”

TANPA BATAS

–. Saat manusia bersabar, Allah akan memberikan banyak hal.

PERTAMA, keberkahan dan ampunan dari Allah.

KEDUA, kasih sayang dari Allah, seperti kemudahan dalam hidup dan kemudahan dalam ibadah.

Orang-orang yang bersabar juga akan mendapat keuntungan besar.

Semua rekayasa dan tipu daya dari orang-orang yang ingin mencelakakan, tidak akan bermanfaat.

Mengenai sabar, ada bermacam-macam, antara lain kesabaran untuk melaksanakan perintah Allah, sabar untuk menjauhi larangan Allah, dan kesabaran ketika menghadapi ujian.

Dalam menghadapi ujian Allah, terkadang manusia kurang sabar dan merasa apa yang ditimpakan sangat berat.

“Orang sabar pasti akan diberikan kemenangan di dunia.

Kalau ingin menang dalam semua persaingan, selain harus banyak zikir, taat kepada Allah, dan mengukuhkan persatuan, juga harus sabar.

Orang yang sabar akan diberi balasan tanpa batas.

Kita sekarang berpuasa ini separuh dari kesabaran.

Maka dari itu, puasa pahalanya bisa tanpa batas.

Amalan yang hanya dibalas Allah,”.

(Rm)