Ideologi Khilafah Telah Menyebar Subur Di Indonesia

Oleh:Dhedi Rochaedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA —

Ideologi khilafah telah menyebar subur di Indonesia.

“Jadi, bukan benih lagi, sudah berupa pohon dan sudah panen,”

Kelompok khilafah memperjuangkan ideologinya dengan dua cara.

PERTAMA, menggunakan pendekatan narasi.

KEDUA, menggunakan pendekatan aksi kekerasan seperti teror.

Paham khilafah di Indonesia, tidak berdiri sendiri.

Gerekan mereka merupakan bagian dari aksi transnasional dari berbagai macam kelompok yang memiliki tujuan sama untuk mengganti sistem pemerintahan suatu negara.

“Salah satu gerakan transnasional yang dominan ialah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan kelompok lain yang kegiatannya ekstrem,”.

Paham khilafah masuk ke Indonesia melalui media sosial.

Dengan demikian, masyarakat mudah menerima narasi-narasi mereka.

Ideologi itu menyasar generasi muda yang butuh jati diri, eksistensi, dan aktualisasi.

“Jadi, ketika mereka menemukan paham khilafah itu di media sosial, mereka ikut,”.

Menteri Pertahanan (Menhan)
Ryamizard Ryacudu

sebelumnya meminta masyarakat tak terpengaruh paham khilafah, meskipun paham itu telah masuk ke ranah pendidikan.

“Ancaman khilafah sudah terang-terangan ingin mengganti ideologi Pancasila.

Ini datang untuk merusak, sudah berjalan di sekolah dan universitas,”

Ideologi itu digunakan beberapa kelompok yang ingin memecah belah kesatuan Indonesia.

Mereka ingin mendirikan negara sendiri dan berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Paham khilafah sangat bertentangan dengan norma yang terkandung di dalam Pancasila.

Maka itu tak ingin khilafah berkembang di masyarakat Indonesia.

“Pancasila harus dilestarikan.

Kita tidak bisa biarkan mindset pelajar nantinya berubah.

Dalam tempo 20-30 tahun lagi, kalau dibiarkan, hancur Indonesia,”.

–. Sementara itu, Karopenmas Mabes Polri
Brigjen Dedi Prasetyo

mengatakan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Rabu (8/5) menangkap dua terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat.

Keduanya bagian dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

” Tadi malam ditangkap dua pelaku, dua pelaku ini jaringannya berbeda, tapi memiliki koneksi yang sangat kuat dalam kelompok JAD Indonesia,”.

Kedua terduga teroris, yakni EY, 27, dan YM, 18. EY ditangkap di SPBU Pertamina Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur.

Adapun YM ditangkap di Kelurahan Bojong Rawa, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.

“Dia (EY) menjadi seorang amir JAD Bekasi.

Dia menggantikan amir yang sudah ditangkap beberapa tahun lalu oleh Densus 88 ketika terjadi peristiwa bom di Thamrin,”

(Rn)