Sudah Beberapa Kali Idul Fitri Terakhir Kita Rayakan Tanpa Dihantui Lonjakan Harga Barang-Barang Kebutuhan Pokok.

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA —

Sudah beberapa kali Idul Fitri terakhir kita rayakan tanpa dihantui lonjakan harga barang-barang kebutuhan pokok.

Inflasi selama hampir lima tahun terakhir reratanya hanya 3,1%, tak sampai separuh dari rerata lima tahun sebelumnya dan jauh lebih rendah dalam dua dekade terakhir.

Teori ekonomi yang sama-sama pernah kita pelajari menyebutkan, selama ada pertumbuhan ekonomi sedangkan inflasi terkendali, daya beli masyarakat pun terpelihara.

Mereka yang mengatakan daya beli masyarakat Indonesia merosot, mungkin kurang cermat mempelajari teori itu atau sengaja mengabaikannya.

Bagaimana mungkin muncul hantu kenaikan harga-harga kebutuhan hidup jika harga BBM justru diturunkan, tarif listrik sudah hampir empat tahun tidak naik, subsidi listrik untuk kelompok pelanggan 900 kva yang dihapus pada awal 2018 dihidupkan kembali, tarif angkutan rakyat seperti Trans-Jakarta tak pernah sekalipun dinaikkan;

Tarif Angkutan kereta api Jabodetabek masih memperoleh skema PSO
(public service obligation)
yang dikucurkan dari APBN;

Harga kebutuhan pokok pangan, seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng diawasi ketat oleh ‘polisi pasar’
(Satgas Mafia Pangan).

Tak pelak lagi, laju inflasi relatif rendah bertahan paling lama sepanjang sejarah.

Terlepas dari cara pemerintah mengendalikan inflasi, fakta kasat mata menunjukkan tidak ada lonjakan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Inflasi yang terus turun itulah yang menjadi penyebab penting jumlah dan persentasi penduduk miskin terus berkurang.

‘Maka Nikmat Tuhanmu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan?’

Data perbaikan keamanan pangan juga menjelaskan demikian adanya.

Dalam empat tahun terakhir, peringkat Global Food Security Index (GFSI) Indonesia mengalami kenaikan sembilan peringkat, dari urutan ke-74 pada 2015 menjadi urutan ke-65 pada 2018, dengan peningkatan skor dari 46,7 menjadi 54,8.

Inti pesan dari indikator tersebut ialah bahwa akses pangan masyarakat Indonesia dalam empat tahun terakhir ini semakin baik.

(Rn)