KOMPAK Kembali Mendatangi Gedung Anti Rasuah Untuk Mendesak Memeriksa Kakanwil Kemenag NTB.

Busurnews. com, JAKARTA – Puluhan massa yang tergabung dalam KOMPAK kembali mendatangi gedung

JAKARTA – Puluhan massa yang tergabung dalam KOMPAK kembali mendatangi gedung anti rasuah untuk mendesak memeriksa Kakanwil Kemenag NTB. Jakarta Selatan, (20/2/2019)

Dalam orasinya Dedi Kurniawan mendesak Menteri Agama untuk mencopot H. Nasrudin selaku Kakanwil Kemenag NTB yang terindikasi kuat melakukan penyalah gunaan jabatan terkait dengan pengadaan Buku Madrasah senilai 200 Miliar,

Ia juga meminta Menteri Agama mengevaluasi kinerja jajaran Kakanwil Kemenag NTB, terkait dengan banyaknya kasus OTT yang menjerat ASN di Kakanwil NTB, dan kemudian dia juga mendesak KPK RI untuk turun tangan mengaudit Kemenag NTB terindikasi adanya keterlibatan Haji Nasrudin selaku pimpinan tertinggi terlibat dalam dugaan pengadaan 2.256 buku untuk madrasah se-NTB senilai 200 Miliar.katanya

Dedi menyebut,hal ini dibuktikan dengan temuan Ombusdman RI wilayah NTB pada tahun 2018 lalu.

Tambah Dedi, kami juga mendesak KPK RI memanggil dan memeriksa H. Nasrudin selaku Kakanwil Kemenag NTB dalam kasus pengadaan 2.256 buku untuk madrasah se-NTB senilai 200 Miliar, hal ini dibuktikan dengan temuan Ombusdman RI wilayah NTB

“Dan laporan masyarakat yang menyebut PT Aksasindo Karya yang di gunakan dalam pengadaan buku tersebut milik H Nasrudin (Kakanwil Kemenag NTB). Namun mengingat ASN tidak boleh bermain proyek, maka PT Aksasindo Karya disamarkan menjadi milik Haji Anwar. Tutup Dedi dalam orasinya.

rasuah untuk mendesak memeriksa Kakanwil Kemenag NTB. Jakarta Selatan, (20/2/2019)

Dalam orasinya Dedi Kurniawan mendesak Menteri Agama untuk mencopot H. Nasrudin selaku Kakanwil Kemenag NTB yang terindikasi kuat melakukan penyalah gunaan jabatan terkait dengan pengadaan Buku Madrasah senilai 200 Miliar,

Ia juga meminta Menteri Agama mengevaluasi kinerja jajaran Kakanwil Kemenag NTB, terkait dengan banyaknya kasus OTT yang menjerat ASN di Kakanwil NTB, dan kemudian dia juga mendesak KPK RI untuk turun tangan mengaudit Kemenag NTB terindikasi adanya keterlibatan Haji Nasrudin selaku pimpinan tertinggi terlibat dalam dugaan pengadaan 2.256 buku untuk madrasah se-NTB senilai 200 Miliar.katanya

Dedi menyebut,hal ini dibuktikan dengan temuan Ombusdman RI wilayah NTB pada tahun 2018 lalu.

Tambah Dedi, kami juga mendesak KPK RI memanggil dan memeriksa H. Nasrudin selaku Kakanwil Kemenag NTB dalam kasus pengadaan 2.256 buku untuk madrasah se-NTB senilai 200 Miliar, hal ini dibuktikan dengan temuan Ombusdman RI wilayah NTB

“Dan laporan masyarakat yang menyebut PT Aksasindo Karya yang di gunakan dalam pengadaan buku tersebut milik H Nasrudin (Kakanwil Kemenag NTB). Namun mengingat ASN tidak boleh bermain proyek, maka PT Aksasindo Karya disamarkan menjadi milik Haji Anwar. Tutup Dedi dalam orasinya.