17 Calon jemaah Umroh Asal Sidrap Jadi Korban Penipuan,Ini Modusnya..

Busurnews. Com, SIDRAP — Tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah dimamfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab.Tidak terkecuali di Kabupaten Sidrap.Terungkap di wilayah ini penipuan jamaah umrah berkedok arisan.

Hal itu di sampaikan Kapolres Sidrap, AKBP Budi Wahyono melalui Kasat Reskrim Polres Sidrap, Jufri Natsir saat ditemui, Jumat, 8 Maret.

Dikatakannya, bahwa saat ini sudah ada korban melapor atas dugaan penipuan umrah itu dengan LP 03/1/2019 SPKT 2 Januari 2019.

“Kita sudah memeriksa korban dan sejumlah saksi-saksi. Yang belum itu pengelola travel inisial RA karena masih berada di Jakarta,” ucapnya.

Jufri Natsir menjelaskan, berdasarkan keterangan korban dan saksi disebutkan bahwa peristiwa tersebut berawal sekitar bulan Juni 2016.

Korbannya inisial PU bersama 17 orang lainnya sepakat untuk membentuk arisan umrah keluarga dengan biaya estimasi arisan Rp1 juta perbulan.

Saat itu, terduga pelaku inisial MU bekerja sama dengan salah satu travel yaitu Star Group yang ada di Sidrap.

Akan tetapi setelah pesesta membayar lunas arisan tersebut belum satupun calon yang di berangkatkan.

“Semuanya itu korban itu selalu dijanji-janji saja untuk diberangkatkan umroh,” kata Jufri Natsir.

Sementara itu, terduga pelaku MU tetap beralasan bahwa dirinya sudah menyetor seluruh uang arisan umrah kepada kepada pengelola travel RA.

“Saat ini, kami juga sudah koordinasikan ke pihak Kemenag Sidrap terkait perizinan travel star group itu, apakah berizin atau tidak,” jelas Jufri Natsir.

Dia menegaskan, akan terus melakukan pengembangan soal kasus penipuan umrah tersebut dan tidak menutup kemungkinan hanya satu tersangkanya.

“Ini kita minta warga yang merasa korban penipuan umroh tersebut diharapkan agar melapor demi pengembangan kasus tersebut,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidrap, Irman mengatakan, bahwa travel Star Group resmi namun tidak memiliki izin memberangkatkan umroh dan haji khusus.

“Sebenarnya travel tersebut sudah diberikan teguran dari Kemenag Sulsel dan ditembuskan ke Polres Sidrap bahwa tidak boleh memberangkatkan umroh dan haji plus karena tidak berizin,” tegasnya.(win, Ms)