PBB Tidak Permasalahkan Sejumlah Caleg Dukung Prabowo-Sandi

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA —

PBB tidak Permasalahkan Sejumlah Caleg Dukung Prabowo-Sandi

–. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB),
Yusril Ihza Mahendra,

mengatakan, keputusan pihaknya memberikan dukungan politik kepada Joko Widodo-Ma’ruf Amin bukanlah keputusan pribadi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, melainkan keputusan mayoritas Rapat Pleno DPP PBB pada 19 Januari 2019 lalu.

Lebih lanjut, Yusril mengatakan tidak mempermasalahkan soal ada 80 caleg PBB yang mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Tidak apa-apa.

Kewenangan memutuskan dukungan paslon capres itu adalah kewenangan DPP PBB, bukan kewenangan para caleg.

Meskipun telah memutuskan memberikan dukungan resmi kepada paslon Jokowi-Ma’ruf, PBB tetap menghargai dan menghormati apabila ada fungsionaris dan anggota partai yang berbeda pilihan dan dukungan, selain dari apa yang telah diputuskan,”
ungkap Yusril saat dimintai konfirmasi, di Jakarta, Minggu (27/1). Menurutnya, tidak ada caleg PBB Poros Makkah via monas 212 atau Poros Madinah, juga tidak ada caleg Pass Lantang, karena bukan mereka yang memutuskan seseorang itu menjadi caleg.

Jumlah caleg PBB di DPR RI, menurut Yusril, ada 497 orang.

Sedangkan caleg PBB di seluruh provinsi dan kabupaten/kota ada sekitar 14.500 orang.

Jadi caleg PBB seluruh Tanah Air ada sekitar 15.000 orang.

Dari 80 orang caleg yang kemarin menyebut diri mereka sebagai

‘caleg Poros Mekkah’

Via monas 212 yang mendukung Prabowo-Sandi itu, adalah terdiri atas caleg DPR RI, caleg provinsi, dan juga caleg kabupaten/kota dari berbagai daerah.

“DPP PBB mengetahui persis jumlah para caleg itu dan mempunyai data lengkap tentang mereka.

Di Sumatra Utara misalnya, Dari 668 caleg yang ada, 23 orang deklarasi dukung Prabowo Sandi.

Di Sumbar dari 536 caleg yang ada, yang deklarasi 30 orang.

Di DKI Jakarta ada 140 caleg, yang dukung Prabowo Sandi ada sekitar 26 orang.

Jadi mayoritas caleg ikut keputusan DPP PBB,”
kata Yusril.

Dukungan politik kepada Jokowi-Amin, yang merupakan keputusan mayoritas Rapat Pleno DPP PBB 19 Januari 2019 lalu dilakukan pada Rapat Pleno yang menugaskan kepada
Ketua Majelis Syuro
MS Kaban,

Ketua Umum DPP
Yusril Ihza Mahendra, dan

Ketua Mahkamah Partai
Yasin Ardi

untuk merumuskan kalimat-kalimat dukungan politis tersebut.

Hasil keputusan, kata Yusril, disebut sebagai Keputusan Rapat Pleno yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PBB Eddy Wahyudin selaku Pimpinan Rapat Pleno.

Hasil rumusan kemudian dituangkan dalan Keputusan Rapat Pleno itu yang dituangkan lagi dalam Surat Keputusan DPP PBB yang ditandatangani oleh Ketum Yusril Ihza Mahendra dan Sekjen PBB Afriansyah Noor.

“Jadi proses pengambilan keputusan telah dilakukan secara demokratis dan sesuai dengan mekanisme partai sebagaimana diatur dalam AD dan ART PBB,”.

–.,Lebih lanjut, Yusril menuturkan, DPP PBB juga mengajak segenap fungsionaris, anggota dan simpatisannya untuk saling hormat-menghormati kalau ada perbedaan pendapat di dalam partai.

“Dalam partai demokratis, perbedaan akan selalu ada.

Namun perbedaan itu tidak boleh dilakukan dengan saling menyerang dan menjatuhkan.

Semangat ukhuwwah Islamiyyah tetap harus dijunjung tinggi,”.

(Rn)