Pengurus Partai Perindo dan Panitia HDI Sepakat Akhiri Polemik

 

Foto: Pengurus Perindo Kota Malang, Nelly saat penyampaian klarifikasi

 

Busurnews.com Malang Raya, – Polemik yang terjadi antara pihak panitia penyelenggara event HDI ( Hari Disfabilitas Indonesia) dan pengurus partai Perindo beberapa hari ini disudahi dengan rasa kebersamaan yang berkeadilan dalam pertemuan pers rilis di hall sebuah hotel di kota Malang, Minggu malam (23/12/2018)

Pertemuan kedua belah pihak dalam acara pers Rilis yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam itu telah menghasilkan kesepakatan damai untuk mengakhiri Polemik. Yang ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan pernyataan pers rilis yang telah diketahui kedua belah pihak.

Perlu diketahui, polemik bermula karena munculnya pemberitaan dari media elektronik yang diduga panitia, partai Perindo meng klaim event penyelenggaraan HDI. Padahal tidak ada prasangka dan pernyataan klaim acara tersebut, saat ditampilkan tayangan berita ulang lewat LCD malam itu.

Dan tidak mau memperpanjang persoalan, maka pihak pengurus partai Perindo menyampaikan klarifikasinya dalam temu pers rilis yang juga dihadiri oleh para disfabilitas.

Dihadapan para awak pers dari berbagai unsur media, pengurus partai Perindo, yakni Christouporus Taufik dan Nelly menyampaikan, bahwa kedatangan mereka dalam acara HDI tersebut sebagai kapasitas pribadi,meski kebetulan kedua nya seorang caleg dari Perindo.

“Saya menaruh apresiasi terhadap event HDI tersebut, dan sungguh luar biasa semangat saudara saudara kita bila diberikan kesempatan yang sama dalam proses memajukan bangsa” ungkap Crish Taufik.

Ditambahkan olehnya, dirinya tergerak mengambil sikap setelah melihat langsung event internasional PARA GAMES di Jakarta waktu lalu, maja dia mendukung giat event HDI yang diselenggarakan beberapa waktu lalu melalui support liputan kegiatannya untuk skala berita nasional dari televisi, kebetulan dirinya salah satu direksi grup media.

Hanya dikarenakan judul pemberitaannya Kegiatan Perindo, maka muncullah Polemik tersebut, dimana pihak perindo diduga dianggap klaim pada penyelenggaraan event HDI, padahal jelas pihak tim redaksi bermaksud mengabarkan adanya giat pengurus Perindo yang menghadiri sebuah acara sosial.

Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh pengurus Perindo lainnya. Nelly mengatakan bahwa kehadiran nya dalam event HDI itu sebagai pribadi sekalipun dirinya seorang caleg.

“Saya datang sebagai pribadi karena saya mengapresiasi semangat kawan kawan dan saudara kita para disfabel. ” tegas Nelly

Ditambahkan Nelly,jika dirinya adalah orang yang konsern pada bidang sosial, sebelum terjun menjadi pengurus sebuah partai.

Ada sebuah hal menarik yang disampaikan oleh salah seorang panitia penyelenggara HDI, yang akrab dengan sebutan pak Kent.

Catatan panitia untuk menjaga kehati hati an. Adalah even disfabilitas kerap didekati oleh parpol dan politisi. Sehingga
patut dijadikan pembelajaran,

“Kami disfabilitas memiliki harga diri dan ketersinggungan pabila dijadikan objek kepentingan . padahal kami mampu menjadi subjek sebagaimana mestinya. Ungkap Kent.

Ditegaskan pula olehnya.Bahwa saling menghormati dan menghargai adalah poin penting , serta masyarakat umum hendaknya memahami psikologis para difabel.

Dari hasil penyampaian ungkapan dan klarifikasi kedua pihak dalam pertemuan pers rilis malam itu telah dianggap clear.Dengan demikian diharapkan tidak adalagi Polemik argumentatif dimedia apapun, agar tidak membangun opini.
(galih)
[24/12, 15:14] galih Malang: Pengurus Perindo Kota Malang, Nelly saat penyampaian klarifikasi