Pahlawan Dahulu, Sekarang Dan Nanti, Bangun Semangat Juang Generasi Muda

 

 

Busurnews.com,Jakarta – Diskusi Kebangsaan, Pahlawan Dahulu, Sekarang Dan Nanti, Bangun Semangat Juang Generasi Muda

Pejuang Kemerdekaan Indonesia (IPKI) bersama Uniting Indonesia (UNITI) menggelar diskusi kebangsaan, dengan tema “Pahlawan Dahulu, Sekarang Dan Nanti”.Bertempat di GedungJoang 45 No.31.Jl.Raya.Menteng Jakarta Pusat,Jumat 16/11/2018.

Beberapa pembicara dihadirkan diantaranya Profesor Matondang, selaku Ketua Dewan Pembina IP-KI, Profesor Doktor Magnis Suseno dari Rohaniawan dan b
Budayawan, Inayah Wulandari Wahid, Putri Presiden RI ke-4, juga seorang dewan Tiri Asep Animosity generasi muda dari Uniting Indonesia, dimoderatori oleh Royal selaku wakil Sekjen DPP IP-KI. Hadir dalam acara diskusi kebangsaan dari lintas generasi mulai dari para Pemuda, pelajar Mahasiswa dan Pelaku kejuangan, Putra-putri Pahlawan dan anggota DHN, DHD dan IP-KI.

Romo Magnis Suseno dalam paparannya menegaskan bahwa Pahlawan adalah mereka yang telah berjuang untuk kepentingan masyarakat dan bangsa tanpa pamrih, sehingga Koruptor bukanlah pahlawan, karena koruptor mencuri uang rakyat untuk mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.(16/11).

Inayah Wulandari Wahid dalam pesannya meminta pada para Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa untuk mengangkat senjata, tetapi lebih pada mengangkat buku dan pena untuk mengisi kemerdekaan. Saat ini kita juga prihatin banyak kelompok yang mengadu domba anak bangsa melalui media sosial, namun merilah kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, pintanya.

Prof Matondang juga menegaskan bahwa kita sebagai Generasi Tua selalu berusaha untuk meneruskan nilai-nilai kepahlawanan pada anak-anak muda sebagai penerus bangsa, para Pemuda harus mengetahui nilai-nilai kepahlawanan.

Sekarang nilai-nilai etika atau kejujuran, kesetiaan sepertinya sudah tidak ada lagi pada Pemuda, bahkan orang sekarang nggak takut sama Tuhan lagi, Coba lihat kejadian minggu yang lalu, satu keluarga dibunuh, juga anak yang tidak tau masalah turut dibunuh, padahal anak tersebut masih hidup bisa berguna untuk bangsa dan negara, untuk itu nilai-nilai Kepahlawanan itu harus ditularkan pada generasi penerus bangsa, papar Prof Matondang.(Bbg)