Cermin Kerukunan Politik Tiga Paslon Dalam Pilkada Kota Malang 2018

 

Caption > Cermin kerukunan ketiga Paslon nampak dalam kebersamaan dalam berfoto selfie. Sutiaji-Edi. Wanedi-Nanda.Anton- Samsul

 

BusurNews .Com,MALANG RAYA ,- Situasi dan kondisi politik di Kota Malang sampai masa resmi pendaftaran ketiga paslon menunjukan kerukunan. Politik panas panasan, sepertinya tidak akan mempengaruhi massa akar rumput dilintas partai.Masyarakat pemilih , tetap mengedepankan kedewasaannya dalam menentukan sikap dan pilihannya.

Jargon maupun tagline ketiga paslon itupun, sesungguhnya disadari atau tidak , adalah cermin kedewasaan sebagai warga Kota Malang,situasi dan kondisi saat ini menunjukan cermin perpolitikan yang lebih mengedepankan kerukunan. Bersaing sehat dalam bingkai sportifitas yang terjaga,implikasi dari sebuah rasa tanggung jawab pada warga Kota Malang sebagai Kota Pendidikan,tercermin pula bahwa ketiga *Paslon* mempunyai motivasinya untuk membangun kota Malang.

Paslon dengan tagline SAE, tentunya punya esensi ,kiranya Kota Malang kedepan,warga kotanya menjadi lebih baik dalam semua aspek.
Paslon dengan tagline MENAWAN bisa dimaknai bahwa Kota Malang kedepan menjadi sebuah kota yang eksotis dan lebih menarik dari berbagai bidang serta menjadi destinasi.
Paslon dengan tagline ASIK pun,tentunya tetap berharapan ,kota Malang kedepan lebih progresif dengan kebijakan yang bisa dinikmati warga kota Malang.

Tagline ketiga paslon, jika tiga suku kata itu disatukan dalam satu kalimat,akan terasa bermakna penuh harapan. Dibolak balikpun ketiga suku kata tersebut tetap berujung sebuah pengharapan.

Terkait jargon jargon diatas. Tokoh politik senior yang berpenampilan sederhana dan low profile, Djoko Winner yang membentuk komunitas Bergerak Malang Wani ( BMW ) ketika dihubungi di Posko Kripton memberikan pendapatnya

” Untuk tagline ketiga Paslon terkait program yang dimaksud, Misalnya :
> Buat proram yang *Asik* agar kota Malang menjadi *SAE* dan mempunyai daya tarik karena tampil sebagai kota yang *Menawan* .
> Susun program yang *Sae* agar Malang menjadi kota yang *Asik* dan tampil *Menawan*.
> Buat Malang menjadi kota yang *Menawan*,supaya *Sae*bagi segenap warganya dan *Asik* buat siapapun.
> Malang sudah menjadi kota yang *Asik* dikunjungi dan *Menawan* bagi siapapun. Dengan begitu akan membawa dampak yang *Sae* bagi siapapun terutama segenap warga nya. ” Ujar Djoko Winner.

” Menuju progres sesuai ekspetasi warga Kota Malang,maka dalam program pembangunan bekelanjutan harus berbasis data ‘KOTA DALAM ANGKA’ dan kita siap dengan key program nya untuk semua Paslon yang terpilih nanti. ” tandasnya

Sementara itu , terkait tagline tiga suku kata yang sama, ditinjau dari sudut tokoh budayawan muda Kota Malang, Cokro Wibowo Sumarsono, dari Padepokan Glugu Tinatar Landungsari berkata ,

” Sae ●bermakna bagus atau baik. Ungkapan yang lazim digunakan oleh orang sepuh atau anak muda yang paham dengan unggah ungguh.
Asik ● itu bermakna menyenangkan, bagian dari rasa bahagia. Biasa digunakan oleh kalangan muda, atau orang tua yang berjiwa muda.
Menawan ● itu bermakna indah, kabagusan atau kecantikan yang mengandung kharisma. Menarik hati bagi orang lain. ” tutur Cokro Wibowo Sumarsono.(galih)