KEPRIHATINAN MALANGKU

 

Oleh :  Bambang GW

BusurNews .Com,MALANG RAYA –
Melihat peristiwa seharian kemarin kita sempat tersentak hampir tak percaya kalau kota yang gudangnya aktivis, intelektual dan budayawan tiba-tiba didatangi rombongan penyidik KPK, seketika publik tersita perhatiannya terhadap apa yg akan terjadi

Penulis tidsk masuk dalam ruang pikiran hukum karena sudah banyak pakarnya di kota Malang tentang hal itu, tetapi saya mencoba memandang dari sudut yang berbeda yaitu dari sisi kebudayaan

Dengan basis historis yang agung, Singhasari dan Kanjuruhan, kota Malang tumbuh dengan pijakan nilai-nilai dan spirit yang jelas walau sayangnya hal tersebut terkikis oleh perkembangan jaman, tetapi secara spirit , itu masih ada pada kehidupan sebagian masyarakat kota Malang, hal ini terbukti akhir-akhir ini begitu semarak geliat budaya bangkit kembali bukan hanya dalam konteks pertunjukan tetapi sdh masuk dalam pikiran, perilaku hingga ritual dan spiritualitas. Yang lebih fenomenal bangkitnya kebudayaan di malang justru pelaku budayanya banyak kaum muda

Peristiwa penggeledahan dan penetapan status tersangka oleh KPK adalah sebuah fakta yang berbaris terbalik dengan gambaran di atas.
Bagi penulis ini peristiwa yang sangat memprihatinkan meski saya tetap mengapresiasi kerja KPK. Di belahan lain generasi muda lagi penuh semangat menggeliat dalam ruang budaya untuk kembali memperkokoh nilai-nilai dan spirit yg diwariskan oleh kesejarahan kota Malang tetapi di ruang publik ada penodaan martabat kota Malang itu sendiri

Malang Kucecwara yang tertulis dalam simbol kota Malang ternyata tak dipahami sebagai tata nilai dan spirit oleh para pemegang amanat publik. Ini sebuah fakta yang seharusnya menjadi keprihatinan kita bersama bahwa ada sesuatu yang terabaikan dalam membangun kota Malang, ada yang terbuang saat menentukan kepemimpinan di kota Malang, ada yang hilang dalam ruang pengawasan publik dan ada yang dianggap tak penting dalam arena relasi kepemimpinan dan publik.

Tulisan ini hanya ingin menggugah kita semua pada ruang kesadaran historis dan budaya dalam menjalankan penataan kehidupan kota Malang tercinta, agar rumah kita bersama tidak kering tata nilai dan karakter local geniusnya

Akhirnya berpulang kepada kita semua, masihkan kita merasa memiliki kota Malang ? Masihkah kita peduli untuk membentengi martabat kota tercinta kita ? Atau lebih ironis menganggap peristiwa KPK hanyalah sebuah adegan biasa..???

Jenggirat tangi diii…!!!

Malang, 10 Agustus 2017

Bambang GW
Di rumah SEDULUR PETRUK