Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Mengadakan Pekan ASI Sedunia 2017

BusurNews.Com,Jakarta – Asosiasi lbu Menyusui Indonesia (AIMI) setiap tahun ikut merayakan Pekan ASI Sedunia yang berlangsung pada tanggal 1~7 Agustus. Tahun ini Pekan ASI Sedunia atau yang lebih dikenal dengan World Breastfeeding Week (WBW), mengusung tema “Sustaining Breastfeeding Together” menekankan dukungan berbagai pihak untuk mencapai kesuksesan menyusui. Selaras dengan tema yang tersebut, memasuki usia yang kesebelas AIMI telah membangun kerja sama multi-sektoral dan berkomitmen melakukannya tanpa konflik kepentingan.

AIMI MEMBANGUN KERIA SAMA DENGAN PEMERINTAH
Selama sepuluh tahun mendukung, mempromosikan dan melindungi kegiatan menyusui, AIMI selalu menjangkau berbagai kalangan demi peningkatan angka ibu menyusui di Indonesia. Kegiatan audiensi dengan pemangku kebijakan dan mengawal peraturan pemerintah konsisten dilakukan seiak awal AIMI berdiri. Kerja sama bersama pemerintah juga rutin terlal$ana melalui beberapa program penelitian dan pendidikan, seperti enumerasi. monitoring dan evaluasi, sosialisasi di tingkat posyandu, puskesmas, kecamatan, kantor-kantor BUMN, serta organisasi Persit. “Satu dekade AIMI selalu hadir untuk melindungi kepentingan para ibu menyusui, dan kami akan terus hadir untuk mengawal langkah-langkah pemerintah dalam menjamin dan mendukung kesehatan ibu, bayi, dan keluarga melalui menyusui,” ujar Mia Sutanto, Ketua Umum AIMI.
Senada dengan Mia, Candra Wijaya, Anggota Presidium Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA), memaparkan betapa regulasi dan sanksi dari pemerintah terhadap dunia usaha berperanan besar dalam meredam kontlik kepentingan seputar menyusui. “Usaha-usaha marketing formula maupun makanan pengganti ASI yang tidak mengikuti peraturan harus ditindak tegas karena korbannya adalah kesehatan bayi dan anak-anak Indonesia, sebagai generasi penerus bangsa,” lanjut Candra. GKIA merupakan gerakan koalisi masyarakat sipil sebagai bagian dari upaya ikut berkontribusi dalam pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) yang saat ini dilanjutkan dengan Sustainable Development Goals [SDG), yang bertujuan untuk meningkatan status kesehatan ibu, anak clan remaja di Indonesia.
AIMI MEMBANGUN KERIA SAMA DENGAN LSM DAN KOMUNITAS
AIMI telah sejak lama meyakini bahwa dengan menggandeng berbagal lembaga dan komunitas lintas sektoral akan menghasilkan karya yang lebih besar dan berkelanjutan. Nia Umar, WaldI Ketua Umum AIMI menjelaskan, “Selain menjadi anggota GKIA, AIMI juga aktif mengambil bagian dalam gerakan internasionai bersama International Baby Food Action Network (IBFAN) dan World Alliance for Breastfeeding Action (WABA), serta rutin bermitra dengan IKMI dan Selasi.” Dalam kegiatan-kegiatan rutin seperti Breastfeeding Fair. Workshop Menyusui untuk Ustadz dan Ustadzah, SosialisASI, AIMI Goes to Office, AIMI melibatkan berbagai komunitas media, keagamaan seni, bermain, makanan, kesehatan, keuangan, sosial kemanusiaan, parenting, dan masih banyak lagi.
WBW2017 mengelompokkan 17 SDG ke dalam empat bidang tematik yang berhubungan satu sama lain dan berkaitan dengan menyusui, yakni (1) Nutrisi, Keamanan Pangan, dan Pengentasan Kemiskinan; (2) Kelangsungan Hidup, Kesehatan, dan Kesejahteraan; [3) Pembahan Iklim dan Lingkungan; dan (4) Produktivitas dan Pekerjaan Perempuan. AIMI berupaya terlibat aktif dalam keempat bidang tematik dalam proyek-proyek yang dijalankan. Secara rutin materi Kelas Edukasi Menyusui dan MP-ASI AIMI direvisi mempergunakan hasiihasil riset terbaru dan pedoman WHO sebagai acuan. Bersama rekan-rekan koalisi aktif memantau penegakkan aturan pemerintah. terutama dalam hal usaha pelanggaran kode marketing makanan bayi. Turut serta dalam kampanye lingkungan mempromosikan kegiatan menyusui sebagai gerakan alami berkesinambungan tanpa limbah atau zero waste sehingga sangat aman bagi lingkungan. Pada tahun 2012, 1L0 dan AIMI meluncurkan Better Work Indonesia Campaigns melalui Pedoman Perusahaan untuk Lingkungan Kerja Ramah Laktasi.
Sebagai negara kepulauan, kinerja dan sepak terjang AIMI baru terasa saat ada efek domino hingga peiosok negeri. “Di sinilah peran para pengurus dan relawan AIMl Cabang dan AIMI Ranting memegang peranan kunci,” papar Farahdibha Tenrilemba. Sekretaris Ienderal AIML ‘menyuarakan dukungan dan berbagi edukasi bagi para ibu menyusui.” Sebagai komunitas ibu menyusui yang mandiri, AIMI memiliki cabang di 15 provinsi yakni Sumatra Utara, Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jambi, Lampung, Kepulauan Riau, lawa Barat, Iawa Tengah Yogyakarta, Iawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Serta ranting di 9 kotamadya/kabupaten di luar ibu kota provinsi yakni Depok, Cirebon, Bekasi, Bogor, Solo, Purwokerto, Bantul, Malang, dan Sorowako.(Evelyn).