Kategori
All

KSPI Akan Menggelar Aksi 150 Buruh Di Depan Istana

 

Busur News Com, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja lndonesia (KSPI) memastikan 150 ribu buruh bakal menggelar aksi di depan istana, untuk merayakan Hari Buruh atau May Day 2017 yang jatuh pada 1 Mei.yang diadakan di pro Hotel Jakarta pada (28/4/2017).

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, kaum buruh yang memperingati May Day 2017 berasal dari daerah Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Serang, dan Cilegon akan memusatkan aksinya di Istana Negara.

 

“Dipastikan peringatan May Day 2017, tepatnya 1 Mei akan diperingati buruh dengan menggelar aksi,“ kata Said.

Said berpendapat buruh akan berjalan kaki (longmarch) dari berbagai penjuru Kota Jakarta menuju patung kuda yang dijadikan titik kumpul para buruh. Setelah itu, secara bersama-sama lebih dari 150 ribu buruh longmarch ke Istana. Mereka tiba di Istana diperkirakan sekitar pukul 12.00 WIB.

“Ada yang dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) longmarch ke Istana, ada juga yang dimulai Salemba longmarch ke Istana, dan ada juga yang dimulai dari Cempaka Putih longmarch ke Istana,” papar Said.

‘ Said menjelaskan, untuk di Jakarta, selain aksi dan orasi, juga diadakan pagelaran rakyat dan buruh. Seperti marching band, pembacaan puisi, teatrikal buruh, lagulagu perjuangan, dan sebagainya.

“Aksi ini akan dilakukan bersama-sama antara KSPI dan KPBI,” ujar dia.

Menurut Said, aksi ini cermin dari kepedulian dan keseriusan buruh Indonesia dalam memperjuangkan perubahan ke arah lebih baik. Selain di Jakarta, aksi buruh serentak akan digelar di berbagai provinsi, seperti Aceh, Sumatera Utara , Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan sebagainya.

“Tema besar yang akan diangkat KSPI dan buruh Indonesia dalam aksi May Day Di Istana, buruh akan berorasi hingga pukul 19.00 WIB. Yang mejadi tuntutan, para Buruh,
penghapusan outsourcing dan pemagangan, pemberian jaminan sosiaL serta tolak upah murah.

HOSJATUM, HOS singkatan dari Hapuskan Outsourcing dan Pemagangan. Menurut Iqbal, sistem kerja outsourcing, apalagi sekarang ditambah dengan pemagangan, sejatinya adalah praktek perbudakan modern yang tidak memberikan kepastian kerja dan masa depan bagi kaum buruh. Oleh karena itu, sistem kerja eksploitatif seperti ini harus dihapuskan.

Terkait jaminan sosial, KSPI dan buruh Indonesia menuntut jaminan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat. Dengan kata lain, jaminan kesehatan dibiayai oleh negara melalui APBN. Lebih lanjut Iqbal menegaskan, perjuangan jaminan sosial ini merupakan dedikasi buruh
Selain itu, buruh juga menuntut jaminan pensiun buruh dan PNS disamakan. Dengan demikian, manfaat pensiun yang didapat buruh sekurang kurangnya adalah 60 persen dari upah terakhir.

“Jangan diskriminatif terhadap buruh. Sama-sama jaminan pensiun, mengapa buruh dan PNS dibedakan? Toh, keduanya sama sama warga negara Indonesia,” ungkap dia.

Sedangkan TUM adalah Tolak Upah Murah. Dalam hal ini buruh menuntut cabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan berikan upah layak.

Hal itu menjadi tuntutan karena buruh merasakan kesenjangan ekonomi dan pendapatan semakin melebar. Hal tersebut dapat dilihat dari angka gini rasio menurut World Bank 0,42.

Bahkan OXFAM yang merupakan salah satu lembaga riset internasional yang berbasis di Inggris merilis pernyataan bahwa jumlah kekayaan 4 orang kaya di Indonesia setara dengan jumlah kekayaan 100 juta penduduk Indonesia.

Menurutnya, beberapa faktor penyebab kesenjangan pendapatan ini karena penetapan kebijakan upah murah. pada 2017 kenaikan upan minimum berdasarkan Peraturan FjemerintallNornor 78 Tahun 2015.

Pada 2017 kenaikan upah minimum berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 berkisar Rp 130 ribu-260 ribu. Nilai ini bila dikonversikan ke dalam dolar Amerika Serikat adalah US$ 10-20.

“Nilai US$ 1-20 adalah seharga satu buah kebab yang kita beli di Jenewa atau Singapura. Ini artinya, pemerintah menilai kerja keras dan keringat kaum buruh selama sebulan kenaikan upahnya hanya dihargai satu buah kebab,” Kata Said.

Upah yang murah ini diperparah dengan diresmikannya sistem pemagangan di Karawang. Buruh menilai, pemagangan ini sesungguhnya adalah sistem
outsourcing yang berkedok pemagang Jika hal ini dibiarkan, kesenjangan ekonomi dan kesenjangan sosial.

Untuk jaminan hari tua pun kaum buruh masih tetap dimiskinkan dengan PP No 45 Tahun 2015 yang menyatakan 15 tahun ke depan dari sekarang para buruh hanya mendapatkan dana pensiun senilai Rp 300 ribu atau US$ 25 per bulan.

“Inilah sebabnya dalam May Day nanti setengah juta buruh bergerak untuk meneriakkan itu,” Jelas Said.(Evelyn).